Dokter Sebut Mandi Kotoran Sapi, Cara Ngawur Cegah Covid-19

Ruslan
211 view
Dokter Sebut Mandi Kotoran Sapi, Cara Ngawur Cegah Covid-19
Foto: AFP
Foto dokumentasi pada 17 November 2020 ini memperlihatkan orang-orang mengambil bagian dalam festival Gorehabba atau mandi kotoran sapi di desa Gumatapura, perbatasan negara bagian Karnataka dan Tamil Nadu di India.

DATARIAU.COM - Hingga kini, penerapan protokol kesehatan masih jadi cara ampuh mencegah penularan Covid-19. Namun di Gujarat, India, sejumlah orang melakukan mandi kotoran sapi agar tak tertular Covid-19. Hanya saja, sejumlah ahli tidak sependapat dengan mereka.

"Praktik pencegahan makin ngawur," ujar Erlang Samoedro, dokter spesialis paru, melalui pesan singkat pada CNNIndonesia.com, Selasa (11/5).


Warga desa di India menggelar ritual mandi kotoran sapi. (Foto: Istimewa)

Sapi dianggap hewan suci buat umat Hindu. Hewan ini jadi simbol kehidupan dan tanah. Selama berabad-abad, kotoran sapi dimanfaatkan sebagai membersihkan rumah dan ritual sembahyang. Mereka meyakini kotoran sapi sebagai sarana terapi dan memiliki fungsi antiseptik.

Terapi kotoran sapi disediakan oleh Shree Swaminarayan Gurukul Vishwavidya Pratishthanam, perguruan yang dijalankan oleh biksu Hindu. Perguruan ini pula yang mengembangkan vaksin Covid-19 secara independen.

Partisipan yang berminat akan melumuri tubuh dengan campuran kotoran dan urin sapi hingga mengering. Selama proses terapi, mereka akan diminta memeluk atau memberikan penghormatan pada sapi dan mempraktikkan yoga untuk meningkatkan energi. Terapi diakhiri dengan membilas tubuh dengan susu atau dadih (mentega susu).

Sebenarnya para dokter dan ilmuwan India telah memperingatkan praktik terapi ini. Terapi hanya memberikan rasa aman palsu dan memperumit masalah kesehatan.

"Tak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi atau urine berfungsi untuk meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19, itu sepenuhnya didasarkan pada keyakinan," kata JA Jayalal, presiden nasional Indian Medical Association, seperti dikutip dari Reuters.


Foto: reuters.com

Justru, lanjutnya, ada risiko kesehatan yang mengintai termasuk penyakit lain yang dapat menyebar dari hewan ke manusia. Senada dengan Jayalal, Erlang juga memperingatkan kotoran sapi mengandung banyak bakteri penyebab penyakit.

"Kotoran sapi ada banyak bakterinya juga risiko bisa diare dan penyakit lain seperti penyakit kulit dan lain-lain," imbuhnya. (*)

Source: cnnindonesia.com