Deretan Keluarga Terkaya di Asia, Indonesia Sumbang Satu Nama dengan Harta Rp 444 Triliun

Admin
318 view
Deretan Keluarga Terkaya di Asia, Indonesia Sumbang Satu Nama dengan Harta Rp 444 Triliun

DATARIAU.COM - Perekonomian dunia tengah porak poranda imbas pandemi Covid-19. Meski begitu, masih terdapat beberapa miliarder yang justru mengantongi untung di tahun ini.

Seperti kekayaan keluarga miliarder Ambani yang melonjak lebih dari USD 25 miliar jika melihat peringkat Bloomberg pada Juli 2019 menjadi USD 76 miliar. Menurut data Bloomberg, keluarga yang termasuk daftar terkaya memperoleh sekitar USD 10 miliar hingga USD 463 miliar.

Menurut Bloomberg Billionaires Index, keluarga Ambani termasuk ke dalam 20 peringkat dari dinasti terkaya di Asia. Lalu, siapa saja yang lainnya? Berikut ini daftar 20 keluarga terkaya di Asia, seperti melansir Bloomberg, Kamis (31/12).

1. Ambani

Negara : India

Perusahaan : Reliance Industries

Kekayaan : USD 76,0 miliar

Dhirubhai Ambani yang merupakan ayah dari Mukesh dan Anil mulai membangun Reliance Industries sejak 1957.

Ketika Dhriubhai wafat pada 2002 dan tidak meninggalkan wasiat, isterinya menjadi perantara untuk menyelesaikan perselisihan kedua putranya.

2. Kwok

Negara : Hong Kong

Perusahaan : Properti Sun Hung Kai

Kekayaan : USD 33,0 miliar

Kwok Tak-seng mendirikan Sung Hung Kai Properties sejak 1972. Perusahaan ini telah menjadi salah satu pengembang real estate terbesar di Hong Kong dan basis kekayaan keluarga Kwok. Putranya Walter, Thomas, dan Raymond mengambil alih kendali saat Kwok telah wafat pada 1990.

3. Chearavanont

Negara : Thailand

Perusahaan : Charoen Pokphand Group

Kekayaan : USD 31,7 miliar

Chia Ek Chor melarikan diri dari desanya yang ada di Tiongkok selatan yang saat itu dilanda angin topan. Kemudia dia memulai hidup baru di Thailand. Dia menjual benih sayuran dengan saudaranya sejak 1921.

Seabad kemudian, putra Chia Dhanin Chearavanont menjadi seorang ketua senior di Charoen Pokphand Group, sebuah konglomerat dengan produksi makanan, unit ritel, dan telekomunikasi.

4. Hartono

Negara : Indonesia

Perusahaan : Djarum, Bank Central Asia

Kekayaan : USD 31,3 miliar atau setara Rp 444,8 triliun

Oei Wie Gwan membeli merek rokok pada tahun 1950 dan memberi nama Djarum. Bisnis tersebut berkembang menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia.

Setelah Oei meninggal pada 1963, putranya Michael dan Budi melakukan diversifikasi dengan berinvestasi di Bank Central Asia.

5. Lee

Negara : Korea Selatan

Perusahaan : Samsung

Kekayaan : USD 26,6 miliar

Lee Byung-chull memulai Samsung sebagai perusahaan perdagangan yang mengekspor buah, sayuran, dan ikan pada tahun 1938.

Selanjutnya ia terjun ke bisnis elektronik dengan mendirikan Samsung Electronics pada 1969, yang telah menjadi pembuat chip memori dan smartphone terbesar di dunia.

Setelah kematiannya pada 1987, putra ketiganya Lee Kun-hee mengambil alih bisnis tersebut. Lee Kun-hee meninggal pada Oktober 2020 setelah bertahun-tahun dirawat di rumah sakit akibat serangan jantung pada 2014.

6. Yoovidhya

Negara : Thailand

Perusahaan : Grup TPC

Kekayaan : USD 24,2 miliar

Chaleo Yoovidhya mendirikan TC Pharmaceutical pada 1956 untuk menjual obat. Kemudian dia melakukan diversifikasi ke barang-barang konsumen dan pada tahun 1975 menemukan minuman berenergi yang disebut Krating Daeng.

7. Cheng

Negara : Hong Kong

Perusahaan : Chow Tai Fook

Kekayaan : USD 22,6 miliar

Keluarga Cheng mengontrol Chow Tai Fook Jewellery yang merupakan bisnis perhiasan yang berbasis di Hong Kong dengan penjualan USD 7,3 miliar hingga akhir Maret 2020.

Selain itu, keluarga Cheng juga mengendalikan New World Development, sebuah perusahaan real estate dan infrastruktur.

8. Mistry

Negara : India

Perusahaan : Grup Shapoorji Pallonji

Kekayaan : USD 22,0 miliar

Bisnis keluarga Mistry didirikan di India pada tahun 1865, ketika kakek Pallonji memulai perusahaan konstruksi dengan orang Inggris.

Shapoorji Pallonji Group mencakup berbagai bidang bisnis, termasuk teknik dan konstruksi. Keluarga ini juga memiliki saham di Tata Sons.

9. Pao/Woo

Negara : Hong Kong

Perusahaan : Grup BW, Wheelock

Kekayaan : USD 20,2 miliar

Pao Yue-kong memulai bisnis pengirimannya dari Shanghai ke Hong Kong lebih dari 60 tahun yang lalu. Perusahaan ini mengumpulkan lebih dari 200 kapal pada tahun 1979, mengelola armada pengiriman massal terbesar yang dimiliki secara independen di dunia pada saat itu.

Kemudian beradaptasi dengan kondisi pasar, Pao melakukan diversifikasi ke real estate menggunakan hasil penjualan kapal.

10. Sy

Negara : Filipina

Perusahaan : Investasi SM

Kekayaan : USD 19,7 miliar

Henry Sy lahir di Cina dan berimigrasi di Filipina saat berusia 12 tahun. Ia membantu ayahnya menjual beras, sarden, dan sabun sebelum membuka toko sepatu pertama pada tahun 1958.

Berawal dari toko kecil di pusat kota Manila, ia berkembang menjadi konglomerat dengan bisnisnya yang termasuk ritel, perbankan dan properti.

11. Tsai

Negara : Taiwan

Perusahaan : Cathay Financial, Fubon Financial

Kekayaan : USD 19,0 miliar

Tsai bersaudara mendirikan Cathay Life Insurance pada 1962. Tahun 1979, keluarga memutuskan untuk memisahkan bisnis mereka dengan Tsai Wan-lin dan Tsai Wan-tsai masing-masing mengambil alih Cathay Insurance. Cathay Insurance kemudian berganti nama menjadi Fubon Insurance.

12. Lee

Negara : Korea Selatan

Perusahaan : Lee Kum Kee

Kekayaan : USD 17,3 miliar

Lee Kum Kee menemukan saus tiram dan mendirikan Lee Kum Kee pada 1888. Saat pabrik saus tiram asli di Provinsi Guangdong terbakar pada 1902, bisnis tersebut kembali dibangun di negara tetangga Makar dan akhirnya dipindahkan ke kota Hong Kong yang lebih makmur.

13. Kwek/Quek

Negara : Singapura/Malaysia

Perusahaan : Grup Hong Leong

Kekayaan : USD 16,5 miliar

Kwek Hong PNG mendirikan Hong Leong Co. di Singapura pada 1941, bersama dengan tidak saudara laki-lakinya.

Putra tertuanya Kwek Leng Beng menjalankan operasi di Singapura mulai dari pengembangan properti dan perhotelan hingga keuangan.

14. Torii/Saji

Negara : Jepang

Perusahaan : Suntory

Kekayaan : USD 16,3 miliar

Pendiri Suntory Shinjiro Torii membuka toko pertamanya tahun 1899 dengan menjual anggur dan minuman keras gara Barat.

Putranya Keizo Saji mengambl alih sebagai presiden pada tahun 1961. Di bawah kepemimpinannya, Suntory telah menjadi konglomerat bernilai miliaran dolar dengan minat mulai dari minuman beralkohol hingga makanan kesehatan.

Source: Merdeka.com

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com