Dengan Wajah Datar, Ini Pengakuan Ayah yang Siksa Anak Kandung di Pelalawan

Reza
550 view
Dengan Wajah Datar, Ini Pengakuan Ayah yang Siksa Anak Kandung di Pelalawan
Tribunnewsmarker.com
Anak yang disiksa orangtuanya dan Kapolres Pelalawan

PELALAWAN, datariau.com- Inilah pengakuan seorang ayah berinisial DZ (34) yang menyiksa anak kandungnya, RFZ (10). Penyiksaan DZ terhadap RFZ begitu kejam hingga menyebabkan tubuh bocah berusia 10 tahun ini penuh luka lebam.

Sebelumnya bocah 10 tahun tersebut ditemukan seorang diri dengan penuh luka. Ditemukan juga secarik kertas diduga dari ibunya, berisi permintaan maaf karena telah membuang bocah tersebut. Dalam tulisan tersebut orangtua sang bocah mengaku terpaksa membuangnya karena dianggap bandel.

Kini RFZ telah diasuh oleh Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko. Kasus ini juga telah ditangani oleh pihaknya.

Terungkap fakta-fakta baru mengenai kasus ini.

Sang bocah rupanya mengalami penganiayaan satu tahun lamanya. Ia dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri. Ayah kandung RFZ juga telah mengakui perbuatannya.

Polisi memeriksa DZ, pelaku di Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kepada polisi, DZ mengaku telah menganiaya anaknya dengan cara dipukul menggunakan tang dan kayu.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka lebam dan memar hampir di sekujur tubuhnya.

Diungkapkan Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko, pelaku seolah tidak menunjukkan penyesalan. Padahal DZ secara sadis menyiksa buah hatinya sendiri.

DZ mengakui perbuatannya dengan ekspresi datar.

"Saya melihat orangtuanya pas bicara tidak ada penyesalan sama sekali. Benar- benar datar air mukanya," kata Indra melalui sambungan telepon, Rabu (30/9/2020) malam, dikutip dari Kompas.com.

Perbuatan keji DZ membuat Indra heran. Menurutnya, perbuatan dan sikap yang ditunjukkan DZ sangat tidak wajar. Ia tidak bisa membayangkan penderitaan yang selama ini dialami korban.

"Kalau kita kan enggak tega memukul anak, apalagi anak sendiri ya kan. Ini kuku kaki korban ditarik pakai tang, bayangkan sakitnya seperti apa," ujar Indra.

Lebih lanjut, Indra juga mengungkap jawaban DZ saat membahas soal hak asuh anak. Jawaban DZ membuat dirinya heran. DZ sama sekali tidak keberatan apabila anaknya diasuh oleh orang lain.

"Saya bilang, anak ini saya ambil saja. Terus Bapaknya bilang, 'Ya Pak ambil saja Pak'. Enak banget dia melepas (anaknya). Makanya saya asuh, demi masa depan anak. Saya selamatkan dia," kata Indra.

Kini RFZ diasuh Kapolres Indra. Indra ingin merawat korban dan membuat sang anak ceria kembali. Tentunya menghilangkan rasa traumanya.

Sementara itu, pihak keluarga korban tidak ada yang bersedia melaporkan DZ. Pihak keluarga rupanya mempertimbangkan pelaku yang notabene sebagai tulang punggung keluarga.

Kendati demikian, polisi akan melakukan gelar perkara. Jika terbukti sebagai pidana murni, maka kasus akan diproses. (*)

Sumber
: https://newsmaker.tribunnews.com/amp/2020/10/01/pengakuan-ayah-yang-siksa-anak-kandung-di-riau-beri-jawaban-ini-saat-kapolsek-izin-mengasuh-korban?page=4
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com