Datuk Penghulu Siarang-arang: Jalan Lintas Provinsi Rusak Parah, Pemilik Armada Harus Bertanggung Jawab

Samsul
148 view
Datuk Penghulu Siarang-arang:  Jalan Lintas Provinsi Rusak Parah, Pemilik Armada Harus Bertanggung Jawab

ROHIL, datariau. com - Jalan lintas Provinsi Riau yang terletak di Kecamatan Pujud, menuju Mahato, Rokan Hulu, saat ini semakin parah rusaknya.

Kerusakan tersebut, disebabkan banyak kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas tidak sesuai dengan kondisi tanah yang ada di badan jalan lintas pujud mahato.

Saat ini, ada belasan lubang besar yang menganga di jalan lintas pujud mahato, sehingga, para petani yang memiliki kendaraan kecil, sangat suah untuk membawa hasil panennya.

Selain para petani, mobil yang membawa barang dagangan pekan mingguan juga sangat kesulitan, untuk melintas disebabkan banyak lubang besar.

Menanggapi hal tersebut, Datuk Penghulu Siarang-arang, Kecamatan Pujud, Darmalis SE, kepada awak media datariau.com, dirinya menyebutkan, jalan yang rusak disebabkan kendaraan melebihi tonase, perusahaan harus bertanggung jawab.

Pasalnya, jalan lintas yang ada di Kecamatan Pujud, dan Kecamatan Tanjung Medan ini, banyak perusahaan armada yang datang dari luar, jadi, kerusakan jalan tersebut, bukan saja tanggung jawab perusahaan yang ada di dua Kecamatan ini.

"Jadi, saya sarankan, untuk perbaikan jalan lintas Pujud ini, harus ada campur tangan perusahaan yang datang dari luar. Pasalnya, armada mereka juga melintas di jalan ini, perusahaan yang ada di Kecamatan Pujud, dan Tanjung Medan, sudah jelas kerja samanya dengan pemerintahan kita," ungkap Darmalis.

Sementara itu, dari hasil pantauan awak media datariau. com, di lapangan, kerusakan jalan lintas Manggala menuju ke mahato, yang terparah di Kecamatan Tanjung Medan.

Saat hujan deras, jalan tersebut sangat susah untuk dilalui kendaraan, karena, banyak lubang besar yang tergenang air, bercampur lumpur tanah yang kuning yang lengket.

Lubang yang ada di jalan lintas, disebabkan, kendaraan pengangkut CPO, inti, dan buah sawit milik peribadi yang akan di antar ke pabrik yang ada di Kecamatan Pujud dan Kecamatan Tanjung Medan.

Kendaraan pengangkut CPO, selain dari perusahaan setempat, juga banyak yang datang dari Rokan Hulu, dan Sumatra Utara, yang berukuran besar.

Tapi sayang, perusak jalan, tidak pernah dapat teguran dari aparat yang berwajib dan pemerintah yang membidangi jalan, seperti dinas perhubungan.

Selain itu, tim datariau.com berupaya melakukan komfirmasi kepada pihak perusahaan, dan terkait, atas kerusakan jalan yang dikeluhkan oleh masyarakat dan desa.( ris).

Penulis
: Riswandi
Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com