Danton Security PT Samudera Siak di Pelabuhan KITB Halangi Tugas Wartawan

Hermansyah
96 view
Danton Security PT Samudera Siak di Pelabuhan KITB Halangi Tugas Wartawan
Danton Security PT Samudera Siak menghalang-halangi tugas wartawan.

SIAK, datariau.com - Seorang pria berkaos menggunakan topi dan bersandal jepit diketahui bernama Fendi mengaku sebagai Danton Security PT Samudera Siak, perusahaan Badan Usaha Milik Daerah mencoba menghalangi wartawan saat mengambil gambar di lokasi pelabuhan.

Peristiwa itu dialami beberapa wartawan saat berada di lokasi Pelabuhan Internasional Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), pada Rabu (1/4/2021).

Padahal saat hendak masuk pelabuhan yang dibangun saat ini dengan menelan anggaran negara hampir puluhan miliar tersebut, wartawan telah melapor dan meminta izin ke Pos Security untuk mengambil dokumentasi atau gambar.

Namun, saat hendak menuju pinggir laut, tiba-tiba datang pria berkaos dan bersandal jepit itu menghalangi beberapa wartawan di lokasi tersebut.

"Kita sudah sampaikan tujuan kita ke sini untuk mengambil gambar aktivitas pelabuhan yang dikelola oleh BUMD Siak," ujar salah seorang wartawan media online Dwi Purwanto.

Dwi menyebutkan, bahwa saat ini pelabuhan tersebut dibangun menggunakan anggaran negara, jadi siapa pun boleh melihat secara langsung. Apalagi pers yang memiliki tugas pokok dan fungsinya sebagai kontrol sosial.

"Kita bekerja dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan wartawan lainnya Udin, bahwa pers merupakan lembaga yang independen. Jadi, bagi yang belum mengetahui apa itu tugas wartawan sebaiknya rajin membaca.

"Jelas, bagi siapa saja yang menghalangi tugas pers dapat dilaporkan ke penegak hukum dan ada ancaman pidana serta dendanya sesuai UU Pers," sebut dia.

Kejadian ini, kata Udin, menandakan perusahaan menerima atau perekrutan tenaga kerja tidak mendapatkan pendidikan atau training dari perusahaan tempatnya bekerja.

"Tentunya karena pelabuhan ini bukan milik pribadi sudah seharusnya para security memahaminya, apa itu tugas pers," tandasnya.

Adanya larangan itu, kata wartawan lainnya Soleman, menjadi bahan pertanyaan, ada apa di Pelabuhan Kawasan Tanjung Buton, apakah yang terjadi di sana, aktivitas apa sajakah yang ada di sana, berapakah PAD yang didapat dari pelabuhan itu, segundang pertanyaan pun muncul di sana.

Dihubungi melalui sambungan pesan singkat WhatsApp, Manager Operasional Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton, Rais mengatakan bahwa tugas security itu sudah benar, harus lapor pimpinan terlebih dahulu.

"Harus ada lapor pimpinan, itu sesusai aturan di pelabuhan nasional," ucap Rais. (her)

Penulis
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com