Cabuli Anak Dibawah Umur Dengan Modus Pengobatan Tradisional, Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap Polsek Tenayan Raya

Samsul
656 view
Cabuli Anak Dibawah Umur Dengan Modus Pengobatan Tradisional, Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap Polsek Tenayan Raya
Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com

PEKANBARU, datariau.com - Modus dengan pengobatan tradisional, seorang pria paroh baya berinisial A (47) akhirnya ditangkap pihak kepolisian sektor Tenayan Raya karena nekat mencabuli anak laki-laki berinisial RP usia 15 tahun (korban).

Dimana tersangka A tersebut berhasil diamankan tim Satreskrim Polsek Tenayan Raya di kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat pada Senin malam (11/1/2021).

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Mu’min Wijaya SIK MH melalui Kapolsek Tenayan Raya AKP Manapar Situmeang SH MH saat dikonfirmasi menjelaskan kejadian tersebut, awalnya pada Sabtu (7/1/2021) pada saat ibu si korban ingin mengobati anaknya kepada tersangka A, karena sang anak ada sakit dibagian dada.

“Awalnya si ibu korban yang berobat, setelah itu baru anaknya karena ada sakit dibagian dada, lalu saat si korban ini diobati dengan cara dimandikan air yang dicampur jeruk purut, pada saat itulah tersangka A ini melakukan pencabulan dengan sexoral kepada si korban,” jelas AKP Manapar Situmeang kepada datariau.com, Jumat (15/1)

Lanjutnya, tidak hanya sampai disitu tersangka A ini juga membawa korban ke kota Payakumbuh dengan alasan agar mempermudah pengobatan si korban.

“Setelah berhasil membawa korban, si tersangka A bukan malah mengobati korban di Payakumbuh malah mengulangi pencabulan tersebut sebanyak 6 kali di hari yang berbeda-beda,” ungkap Kapolsek Tenayan Raya.

Dari kejadian tersebut ibu korban merasa tidak senang dan membuat laporan ke Polsek Tenayan Raya.

“Berdasarkan laporan ibu korban, kita melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil meringkus tersangka A di kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat,” ucapnya singkat

Kini pelaku sudah kita amankan di Mapolsek Tenayan Raya bersama barang bukti 1 helai handuk warna ungu dan 1 buah baju warna merah serta celana pendek warna merah kotak-kotak.

“Sedangkan untuk Pasal yang disangkakan adalah Pasal 82 ayat (1) Undang-undang RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang - Undang atau Pasal 76 E Undang - Undang RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkasnya. (den)

Penulis
: Denni
Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com