Bupati Meranti Hadiri Acara Pelaksanaan Stunting di Aula Gedung Hijau

Datariau.com
87 view
Bupati Meranti Hadiri Acara Pelaksanaan Stunting di Aula Gedung Hijau

KEPULAUAN MERANTI, datariau.com - Bupati Meranti Muhammad H Adil hadiri acara pelaksanaan Stunting di Aula Gedung Hijau, bersama OPD terkait, Senin (12/4/2021).

Stunting atau pertumbuhan anak yang kurang baik akibat kekurangan gizi merupakan implikasi dari berbagai faktor. Namun yang paling utama akibat dari faktor kemiskinan dan kebodohan atau kurangnya pengetahuan keluarga mengenai pola asupan makanan bergizi pada anak-anak.

"Kemiskinan dan kebodohan ini adalah masalah serius yang dihadapi banyak keluarga di daerah kita. Jangan heran, akibatnya banyak anak-anak kita yang mengalami stunting dimana pertumbuhan fisik dan otaknya lamban," katanya.

Jadi, stunting bukan persoalan tinggi atau gemuknya badan anak tapi juga persoalan kemampuan berfikir anak. Ada anak yang memang faktor genetiknya kurus atau pendek namun otaknya sangat cerdas. Begitu juga sebaliknya, ada yang gendut namun otaknya lemah atau lemot. Paling ideal tentu fisiknya dan pengetahuan otaknya tumbuh sesuai dengan usianya.

Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini dan dari sumber utama atau hulunya. Hulu atau faktor penyebabnya ada banyak. Bisa jadi karena si ibu akibat ekonomi keluarga kurang menguntungkan, pendidikan dan pengetahuannya terbatas, dia tidak tahu mengatur pemberian makanan bergizi pada anak terutama di usia balita. Anak yang sudah tiga tahun masih juga dikasi ASI, padahal usia segitu membutuhkan tambahan nutrisi.

"Begitu juga, ada yang ekonomi keluarganya bagus namun karena pengetahuan tentang gizi anak kurang, anak bayi yang sebaiknya diberikan ASI, malah diganti dengan susu botol. Untuk itulah dalam penanganan dan pencegahan stunting ada tiga komponen dari sisi perilaku yang sangat mempengaruhi yaitu pola asuh, pola makan, dan pola hidup bersih dan sehat. Namun itu semua sulit berubah jika tingkat ekonomi dan pendidikan masyarakat kita masih rendah. Sebab itu perlu intervensi dari kita selaku pemangku kepentingan melalui program yang mampu menanggulangi persoalan yang dihadapi masyarakat," terang Bupati.

"Mengingat beragamnya penyebab stunting ini, saya kira Program Ketuk Pintu Layani dengan Hati paling tepat kita laksanakan untuk mengetahui penyebab paling akurat stunting pada setiap anak dan latarbelakang keluarga si anak. Dengan begitu baru kita tahu, cara apa yang paling tepat mengatasi stunting pada setiap anak," lanjut Bupati.



"Saya tidak mau lagi menggunakan cara lama, ada anak stunting di suatu desa, semuanya diberikan susu coklat untuk memperbaiki asupan gizinya. Padahal ada anak yang stunting bukan karena kurang minum susu, tapi ada penyakit lain yang dideritanya. Dia butuh obat, bukan susu. Saya ingin tahu, apakah kita sudah punya data anak stunting ini by name by addres? Kita harus punya data itu, by name by addres dan by cause atau dengan penyebab," tegas H Muhammad Adil.

"Untuk pencegahan stunting dibutuhkan kerjasama seluruh pihak karena permasalahan ini tidak bisa diselesaikan dari sisi kesehatannya saja, tetapi juga dari aspek ketahanan pangan keluarga, pendidikan dan pengetahuan, pendapatan, sosial budaya dan lingkungan sekitar masyarakat kita. Kabupaten Kepulauan Meranti yang sudah ditunjuk sebagai Lokus Stunting Tahun 2020 dan Tahun 2021 harus mampu menurunkan jumlah balita stunting," lanjut Bupati.

Caranya, mengobati anak yang sudah terkena stunting, dan mencegah agar anak yang lahir tidak mengalami stunting dengan cara mencukupi gizi keluarga terutama ibu-ibu hamil. Bukan cuma ibunya, bapaknya juga harus sehat terutama tidak merokok.

"Upaya penanggulangan stunting ini perlu cepat dilakukan karena terlambat sedikit saja jumlahnya terus bertambah karena setiap hari ada bayi yang lahir dan kita tidak tahu mereka akan stunting atau sehat. Untuk itu saya minta Rembuk Stunting ini tidak habis di ruangan ini saja. Harus jelas output-nya, harus jelas action-nya yang menjadi solusi bersama. Dan tidak hanya diserahkan pada satu OPD saja melakukannya; jangan hanya pada Dinas Kesehatan saja, pada petugas Puskesmas saja, tapi semua yang terlibat harus turun ke lapangan, harus jelas aksinya. Hari ini berapa rumah yang didata, dan berapa orang yang dibantu sesuai dengan kebutuhannya," pinta Bupati.

"Saya minta kepada seluruh OPD terkait, kecamatan dan desa bekerjasama, berkoordinasi, dan memiliki target waktu yang jelas dalam menyelesaikan masalah stunting. Contohnya, sebulan ini kita dapat data anak stunting by name by addres dan by cause. Juga dapat data jumlah ibu hamil dan berapa dari mereka yang kurang gizi, berapa yang menghadapi kendala penyakit lainnya. Dari situ kita lakukan intervensi pemberian bantuan berapa yang harus dibantu gizi tambahan, berapa anak stunting yang harus diobati, dan berapa dari ibu yang hamil itu mesti mendapat pelayanan kesehatan. Jadi sekali lagi saya tegaskan, Ketuk Pintu Layani dengan Hati itu adalah suatu keniscayaan untuk kita jalankan agar masalah-masalah ini bisa terjawab penyelesaiannya secara tepat dan cepat," imbuhnya. (put/hum)

Penulis
: Syahputra
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com