Bupati Kampar Terima Pengaduan Datuk Tujuh Koto Diulak Kenegerian Mentulik Tentang Lahan Ulayat

Datariau.com
110 view
Bupati Kampar Terima Pengaduan Datuk Tujuh Koto Diulak Kenegerian Mentulik Tentang Lahan Ulayat

BANGKINANG KOTA, datariau.com - Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH menerima kunjungan Datuk Tujuh Koto Diulak Kenegerian Mentulik untuk membahas sengeketa lahan laporan masyarakat Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Tengah.

Selain itu tokoh masyarakat dari Tujuh Koto Diulak Kenegerian Mentulik tersebut membahas tuntutan masyarakat lahan ulayat seluas 750 hektare atas pembagian lahan yang di-HGU-kan PT Agro Abadi.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kampar juga didampingi Asisten Pemerintah Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar Ahmad Yuzar, Kepala Dinas Perkebunan Syahrizal, Dinas Lingkungan hidup Aliman Makmur, Kepala Dinas PTSMP Hambali dan Ninik Mamak Tujuh Koto Diulak Kenegerian Mentulik.

Pertemuan dengan Ninik Mamak Tujuh Koto Diulak Kenegerian Mentulik tersebut dilakukan di ruang rapat Bupati Kampar Lantai II Kantor Bupati Kampar, Senin (18/1).

Dalam arahannya Bupati Kampar menyampaikan seluruh laporan dan penyampaian Ninik Mamak Tujuh Koto Diulak Kenegerian Mentulik telah diterima, dirinya menyampaikan bahwa Pemda Kampar dibawah kepemimpinannya terus berupaya mengangkat Marwah Kabupaten Kampar, dimana Kabupaten Kampar terdapat Tigo Tungku Sejarangan yang bermakna di dalamnya ada unsur Pemerintah Daerah, Ninik Mamak dan Alim Ulama.

"Menindaklanjuti pengaduan masyarakat melalui Ninik Mamak Tujuh Koto Diulak Kenegerian Mentulik kita akan berkoordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah terkait penyelesaian sengketa tuntutan masyarakat Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Tengah," kata Bupati Kampar.



Bupati juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepedulian Ninik Mamak Tujuh Koto Diulak Kenegerian Mentulik yang telah berupaya menjembatani kepentingan masyarakat desa dan menyampaikan keluhan masyarakat kepada Bupati Kampar.

"Apresiasi yang tinggi saya berikan kepada Ninik Mamak Tujuh Koto Diulak Kenegerian Mentulik yang telah menjembatani keluhan dan keresahan masyarakat Desa Mentulik kepada Bupati Kampar agar Pemerintah Daerah segera menyelesaikan konflik ini, sehingga tidak terjadi kemelut yang berkepanjangan di Desa Mentulik dengan pihak perusahaan PT Agro Abadi," kata Bupati lagi.

Bupati mengatakan bahwa jajaran dinas terkait akan mempelajari dokumen serta perizinan PT Agro Abadi dan dalam waktu dekat pemerintah daerah akan menentukan langkah yang akan diambil, tetap berazaskan pro rakyat.

Sengeketa lahan masyarakat dengan PT Agro Abadi tersebut tertuang dalam surat tentang penuntutan masyarakat terhadap perjanjian pembagian lahan 40:60 antara PT Agro Abadi dengan masyarakat Desa Mentulik, dimana lahan tersebut seluas 750 hektare dengan pola KKPA (Kredit Koperasi Primer Kepada Anggota) belum diserahkan pihak perusahaan.

Disampaikan salah satu Perwakilan Datuk Tujuh Koto Diulak Kenegerian Mentulik bahwa PT Agro Abadi tidak melaksanakan kesepakatan tentang penyerahan sisa lahan pada tahun 2002 seluas 850 hektare sesuai perjanjian dari luas lahan keseluruhan 4061 hektare dan pihak masyarakat menuntut sisa lahan seluas 750 hektare dan lahan tersebut merupakan lahan Ulayat Tujuh Koto Diulak Kenegerian Mentulik. (ril)

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com