Bisnis di Rumah Cara UKM Ei’S Simple Art Milik Lely Dwi Indriyani

Hermansyah
132 view
Bisnis di Rumah Cara UKM Ei’S Simple Art Milik Lely Dwi Indriyani
Hj Rasidah sambangi kediaman kediaman Lely Karya Rajutan Ei’S Simple Art.

SIAK, datariau.com - Untuk mempertahankan usaha bisnis dimasa pandemi covid-19, tentunya menjadi suatu tantangan yang besar saat ini dihadapi bagi para pelaku usaha khususnya di Kabupaten Siak.

Ketika banyaknya yang merumahkan pekerjanya, usaha kecil dan menengah (UKM), justru muncul serta mampu bertahan tanpa mengurangi pekerjanya saat ini.

Salah satunya usaha rajutan Ei’s Simple Art milik Lely Dwi Indriyani seorang IRT yang tinggal di KPR I Jalan I Blok E Nomor 83, Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak yang dapat bertahan setelah berinovasi membuat masker rajut.

"Alhamdulilah, selama pandemi ini saya justru banyak menyempatkan waktu di rumah, dan menurut saya merajut itu paling nyaman ya dirumah," kata Lely Jumat (8/1/2021) lalu.

"Untuk penjualan sendiri tidak berpengaruh, bahkan selama pandemi kami selalu kebanjiran pesanan masker rajut dan konektor masker rajut," tandasnya.

Dikatakan Lely melalui pesan singkat WhatsApp menjelaskan selama pandemi covid-19, belum banyak mengexplore rajutannya dan rencananya akan membuat workshop kecil kecilan, itupun belum dapat terlaksana.

Akan tetapi, dia pun tidak kehabisan akal, untuk menjual produknya melalui media sosial, seperti Instagram maupun Facebook. Alhasil, karyanya pun di minati hingga ke mancanegara, baik Arab Saudi, Australia, Malaysia dan negara lainnya.

Dimana usahanya itupun tidak mempekerjakan karyawan, dan hanya melibatkan ibu ibu yang berada disekitaran tempat tinggalnya saat ini.

Untuk membuat karya rajutan, baik berupa tas, dompet, taplak meja, tempat tissue, sampul buku, sampul Al-Qur'an, sepatu, fashion bayi, selimut, sarung bantal, baju, sepatu bayi, boneka kecil maupun besar.

Dia menceritakan pengalaman merajut yang dilakukanya sejak 8 tahun lalu, dimana dia terinspirasi neneknya yang pandai merajut dan menjahit.

Kemudian dia pun mengikuti komunitas merajut di daerah Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau bersama ibu ibu komplek disana. Lely kemudian mengasah keterampilan lewat jejaring internet dan sharing ilmu sesama perajut.

"Dari komunitas itulah pengalaman saya bertambah, mulai ikutan bazar kecil sampai dengan expo dan menjadi pengajar bagi yang tertarik merajut. Disitulah saya semakin tertarik dengan kerajinan ini," ujarnya.

Setelah pindah ke Perawang Kecamatan Tualang, aktifitas merajut Lely hanya dilakukan di rumah dan hanya mengerjakan pesanan teman dekatnya saja. Selanjutnya wanita asal Kuningan Jawa Barat inipun mulai mengajak teman dekat maupun tetangganya untuk belajar merajut.

Dia pun senang dapat mengisi waktu luang, dapat bersilaturahmmi juga dapat memberikan pengaruh positif bagi rekan rekan maupun tetanggnya dengan kegiatan yang bermanfaat ini.

Tentunya kegiatan inipun menghasilkan uang, meskipun sedikit kesulitan dalam meyakinkan para ibu ibu, bahwa merajut termasuk salah satu cara untuk menghilangkan suntuk.

Lely juga mengaku omzet selalu berubah ubah setiap bulannya, namun demikian ada saja yang memesan karya rajutnya. Baginya dapat membantu ibu ibu dan para tetangga agar menghasilkan rupiah merupakan kebahagian tersendiri.

"Alhamdulillah, sejauh ini pesanan selalu ada, tapi yang terpenting bagi saya, dapat membantu teman teman menghasilkan uang. Jadi, kalau ada orderan kami kerjakan bersama sama," jelas dia.

Lely memiliki sebuah mimpi jika suatu saat nanti dapat mengembangkan usaha dan memiliki galeri untuk memajang produk produk karya rajutan Ei’S Simple Art serta memiliki komunitas yang produktif dan semakin banyak kaum hawa yang turut bergabung dalam komunitasnya saat ini.

"Bagi siapa saja yang ingin belajar merajut, dapat langsung datang ke rumah ibu Lely tanpa dipungut biaya, cukup membawa alat alat dan bahan untuk merajut," pungkasnya.(*)

Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com