Begini Strategi Kementan Jaga Persediaan Pangan Saat Ramadhan

Datariau.com
127 view
Begini Strategi Kementan Jaga Persediaan Pangan Saat Ramadhan
Foto: Ist.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriardi.

JAKARTA, datariau.com - Kementerian Republik Indonesia melalui Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriardi berkomitmen menjaga persediaan bahan pokok saat Ramadhan.

"Stok persediaan pangan, khususnya bahan pokok jelang Ramadan dan Idul Fitri 2021 aman, meskipun menghadapi lonjakan permintaan yang biasa terjadi di kondisi kedua hari besar umat muslim tersebut. Stok bahan pokok dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Mei 2021 mendatang," papar Agung secara virtual saat diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Senin 13 April 2021.

Menurut Agung, Badan Ketahanan Pangan Kemeterian Pertanian secara intensif memantau perkembangan harga, pasokan hingga stok pangan di lapangan, baik di tingkat produsen maupun konsumen.

Langkah ini dianggap penting agar penanganan dan antisipasi bisa segera dilakukan jika terjadi permasalahan pangan.

"Bahan pangan pokok menghadapi Ramadhan tahun ini aman," tegasnya.

Untuk selanjutnya, kata Agung, upaya bersifat koordinatif maupun aksi dilakukan untuk mendukung ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan.

"Salah satu dari serangkaian penanganan stok melalui beberapa kebijakan. Sejumlah bahan pokok dipastikan tersedia dan cukup sejak jauh hari sebelumnya, khususnya bahan pokok selama Ramadhan dan Idul Fitri," sebutnya.

Dengan begitu, sambung Agung, kebutuhan masyarakat akan bahan pokok dapat mudah diperoleh berbagai lapisan masyarakat di seluruh nusantara.

"Kita lakukan berbagai upaya mengamankan bahan pangan pada beberapa bulan sebelumnya," imbuhnya.



Secara detail, papar Agung, kebutuhan pokok telah dipersiapkan sejak jauh hari. Diantaranya jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, aneka cabai, daging sapi, daging ayam, telur, minyak goreng dan gula pasir.

"Semuanya dalam kondisi secara nasional adalah mencukupi tidak perlu khawatir," paparnya.

Terkait kenaikan harga bahan pokok menurut Agung, pihaknya mengakui, adanya kenaikan sekitar 15 persen dari harga yang seharusnya. Kenaikan harga tersebut, biasanya hanya terjadi pada tiga hari pertama dan akhir bulan Ramadan atau menjelang Idul Fitri.

"Setelah dari kedua momentum di bulan Ramadhan tersebut, harga kebutuhan bahan pokok akan kembali seperti semula. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap fenomena kenaikan harga yang terjadi," terang Agung.

Saat ini, tambah Agung, beberapa bahan pokok yang disinyalir telah mengalami kenaikan harga yakni daging ayam berkisar antara Rp 35 ribu per ekor dan telur mengalami kenaikan sekitar Rp 24 ribu per kilogram. Semuanya akan kembali turun dalam beberapa hari kedepan.

"Memasuki bulan Ramadhan akan kembali turun dan menjelang hari raya Idul Fitri pasti akan mengalami kenaikan. Kami selalu melihat bahwa kenaikan sekitar koefisien varian di bawah 15 persen itu bagi kami bagi kita semua merasa itu adalah wajar," pungkasnya.

Penulis
: Abdul Kadir
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com