BANDEL!! Dimasa Pandemi Tetap Operasi, Satpol PP Siak Sita Miras dan Wanita Pelayan Kafe

Hermansyah
210 view
BANDEL!! Dimasa Pandemi Tetap Operasi, Satpol PP Siak Sita Miras dan Wanita Pelayan Kafe
Satpol PP Siak dan TNI usai menggelar operasi pekat di Koto Gasib.

SIAK, datariau.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Siak dan TNI kembali menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kecamatan Koto Gasib pada Kamis (21/1/2021) malam.

Operasi pekat yang dilaksanakan oleh Satpol PP dan TNI malam itu, berhasil mengamankan 10 orang wanita pelayan kafe remang remang yang sedang praktek di lokasi tersebut.

Selain mengamankan wanita pelayan kafe, Satpol PP dan TNI juga turut mengamankan minuman keras (miras) jenis Anker Bir sebanyak 7 botol.

Melibatkan 17 orang personil Satpol-PP Kabupaten Siak dan TNI kali ini, diterjunkan ke tempat yang diduga dijadikan tempat ajang prostitusi.

Hal ini dilakukan dimana sebelumnya Satpol PP Siak setelah mendapat laporan atau pengaduan dari warga terkait tempat prostitusi tersebut, sekira pukul 00.30 Wib.

Atas laporan tersebut, petugas gabungan pun langsung bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan di wilayah Kecamatan Koto Gasib dari bahaya pekat ditengah masyarakat saat ini.

Kasatpol PP Kabupaten Siak Kaharuddin SSos MSi melalui Sekertaris Satpol PP Siak Syamsurizal SE MSi mengatakan, bahwa operasi ini bertujuan untuk mengatasi pekat ditengah pandemi covid-19.

"Operasi pekat ini dilakukan di KM 8 Kecamatan Koto Gasib, dan menyasar ke warung remang remang di sepanjang pinggiran jalan lintas Siak-Koto Gasib, serta lokasi yang menjadi target operasi malam itu," sebut Syamsurizal.

Berdasarkan laporan dan pengaduan masyarakat yang resah dengan aktivitas warung remang remang yang diduga dijadikan tempat pesta miras maupun tempat ajang (asusila) prostitusi di lokasi tersebut.

Kabid Penegak Perundang Undangan Daerah (PPNS) Satpol PP Subandi SSos MSi menyebutkan, saat petugas mendatangi warung remang remang tersebut, di lokasi terlihat para pengunjung dan pelayan kafe lagi asyik berjoget dengan di iringi musik keras.

"Sempat terjadi perlawanan pemilik kafe berinisial SBR terhadap petugas, sebab menolak pelayanya untuk dibawa, dari operasi kali ini kita tidak toleransi sama sekali mengingat masa pandemi covid-19, maka kami akan tindakan tegas," tandas Subandi.

Sementara itu, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Siak Sahrul SH MH menambahkan, selama ini Satpol PP Siak lebih fokus dengan Operasi Yustisi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Namun adanya pengaduan dari masyarakat terkait adanya warung remang remang yang beroperasi dimasa pandemi covid-19 ini, mengingat lokasi itu bisa berpotensi penyebaran klaster covid-19, dikarenakan menjadi tempat berkumpulnya banyak orang.

"Siapapun pengusaha tempat hiburan yang melanggar protokol kesehatan, tidak ada kata ampun, akan kita tindak tegas, bahkan sampai dengan penutupan tempat hiburan itu," tegas Sahrul.

"Tidak menutup kemungkinan situasi pandemi seperti ini, tidak mustahil warung remang remang juga berpeluang penyebaran klaster baru, dan operasi pekat ini akan terus berlanjut," pungkasnya.

Terimakasih atas kerjasama warga yang ikut dalam memberantas pekat dengan melaporkan dan mengadukan bila di lingkungannya diduga adanya tempat ajang prostitusi, atau menjadi tempat yang tidak sesuai dengan norma agama.(TR)

Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com