ROHIL, datariau.com - Pada Sabtu (21/5/2022) telah berlangsung pertemuan ke-4 para ustadz dan Pengurus Lembaga Dakwah Sunnah se-Rokan Hilir di Pondok Pesantren Salafiyyah (PPS) Khulafa'ur Rasyidin Bagan Batu.
Pertemuan ini merupakan agenda rutin RohilMengaji.com, salah satu unit dari Yayasan Tabungan Akhirat Indonesia (YTAI). Tujuannya, untuk menjalin komunikasi, mengupayakan sinergi dan kolaborasi diantara penggiat Dakwah Sunnah se-Rokan Hilir.
Pertemuan ke-4 ini sebenarnya terjadwal 2 tahun yang lalu, tetapi gagal terselenggara terkait dengan awal pandemi Covid-19. Sebelumnya, pertemuan pertama di Pondok Pesantren Imam Nawawi Rimba Melintang, kedua di Masjid Asy-Syafi'i Bagan Batu, dan ketiga di Pondok Pesantren Al-Furqon Batu Hampar.

Pertemuan ini dihadiri sekitar 100 peserta mewakili seluruh kecamatan se-Rokan Hilir, kecuali 5 kecamatan, Sinaboi, Pekaitan, Pasir Limau Kapas, Tanah Putih Tanjung Melawan, dan Balai Jaya. Dimana, pada kecamatan-kecamatan tersebut Dakwah Sunnah belum ada, atau belum terdeteksi, atau belum terwadahi.
Pertemuan dibuka oleh Abu Abdillah Faishal Anshari Siregar ST, salah seorang anggota Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu, dan diisi dengan taushiyah dari Al-Ustadz Abu Daud dan Al-Ustadz Abu Hani'.
Agenda acara terbagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama pembukaan, terdiri dari pembukaan majelis, sambutan tuan rumah, perkenalan peserta, penyampaian sejarah Pertemuan Para Ustadz dan Pengurus Lembaga Dakwah Sunnah se-Rokan Hilir, dan taushiyah umum.
Bagian kedua acara inti, penyampaian progress dakwah dari masing-masing wilayah dan lembaga. Kemudian bagian ketiga acara tambahan, olahraga sepak bola bersama.

Untuk setiap wilayah dan lembaga, ada kendala, juga ada peluang. Yang menggembirakan ada optimisme yang tinggi di kalangan penggiat dakwah akan masa depan yang lebih baik bagi dakwah sunnah di Rokan Hilir, juga keinginan untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi.
Untuk Kecamatan Bangko, Kubu, Kubu Babussalam, Tanah Putih, Pujud, dan Bangko Pusako, masalah utamanya ada yang belum memiliki masjid atau mushalla sendiri, belum ada da'i tempatan, dan belum ada lembaga pendidikan Sunnah.

Sedangkan untuk lembaga-lembaga pendidikan yang sudah ada, secara umum kendalanya adalah kekurangan dari sisi finansial, fasilitas fisik, dan sumberdaya manusia.
"Semoga kedepannya Dakwah Sunnah di Rokan Hilir bisa memberikan kontribusi yang lebih banyak dan lebih baik lagi bagi Kaum Muslimin, Bangsa dan Negara, aamiin," tulis Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary, Mudir Pondok Pesantren Salafiyyah (PPS) Khulafa'ur Rasyidin.