Akibat Video 8 Detik, Giliran Istri Bupati Dilaporkan ke Polisi

Admin
3.313 view
Akibat Video 8 Detik, Giliran Istri Bupati Dilaporkan ke Polisi
Foto: Zulkanain
Pengacara Budi Setiawan (tengah) dan Direktur LSM LKPD Sultra Muh Arham (kemeja putih) saat melaporkan ANS ke Polres Bombana atas dugaan penyalahgunaan ITE.

BOMBANA, datariau.com - Video 8 detik seorang pria berbaju kemeja kotak-kotak yang menyebut-nyebut nama H Tafdil dan viral di media sosial kalangan masyarakat Kabupaten Bombana, tampaknya berbuntut panjang. Kini komentar inisial ANS yang merupakan istri Bupati Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap video 8 detik itu, dilaporkan ke polisi karena dinilai melanggar UU ITE.

Dalam Laporan Polisi Nomor: LP/ 23/II/2021 / SULTRA/ RES BOMBANA Tanggal 26 Februari 2021 tentang dugaan tindak pidana penyalahgunaan ITE, YUA yang kemarin juga diperiksa Polisi karena dilaporkan H Tafdil atas dugaan kasus pencemaran nama baik, terpaksa diperiksa lagi dalam perkara yang berbeda sebagai saksi atas atas kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan ITE inisial ANS.

Persoalan ini berawal saat tersebarnya video berdurasi 8 detik yang menampilkan gambar seorang pria berbaju kemeja merah kotak-kotak yang belakangan diketahui adalah inisial H, dalam video itu menyebut tidak pernah mengambil uang H Tafdil dan menuding H Tafdil yang mengambil uang dirinya.

Video tersebut kemudian diposting oleh lelaki inisial YUA alias Y ke akun Facebook Yudi Sandrego dan juga tersebar ke berbagai media sosial lainnya yakni WhatsApp dan membuat heboh warga Wonua Bombana.

Setelah video tersebut viral kemudian diteruskan (di-share) oleh seorang lelaki inisial AR lewat aplikasi WhatsApp ke ANS yang notabene merupakan istri Bupati Bombana H Tafdil. Video itu pun dikomentari ANS menggunakan bahasa daerah Bugis yang mana pada awal dan di akhir kutipannya diberikan emoticon tertawa.

"😀Tenai seng ndi siaga doi na diala di H, Tafdil tegai Mateng to malasa waneng🤭". Tulis ANS dalam percakapannya dengan AR di aplikasi WhatsApp yang kemudian AR meneruskan pesan itu ke H.

Tulisan itu pun diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Budi Setiawan selaku pengacara H, bahwa komentar ANS tersebut berbunyi: "😀Tanya coba dek, berapa uangnya diambil sama H Tafdil di mana dia Kasih orang sakit semua🤭".

Menurut Pengacara Budi Setiawan bahwa bukti percakapan tersebut diperoleh dari AR yang di-share (diteruskan) ke H selaku klienya.



"Karena makna dari percakapan itu mengandung unsur penghinaan, tentu klien saya sebagai manusia biasa merasa malu sehingga kami menempuh jalur hukum atau melaporkan saudari ANS ke Polisi," tutur Budi Setiawan kepada wartawan, di halaman Polres Bombana, usai membuat laporan polisi, Jumat (26/2/2021).

Penulis
: Zulkanain (Kontributor Sulawesi Tenggara)
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com