Sebulan Lebih, Meteran Listrik Rusak Tak Kunjung Diperbaiki PLN Pekanbaru

datariau.com
2.739 view
Sebulan Lebih, Meteran Listrik Rusak Tak Kunjung Diperbaiki PLN Pekanbaru
Meteran pelanggan yang rusak.
PEKANBARU, datariau.com - Sudah sebulan lebih, terhitung 17 Juni sampai hari ini, 26 Juli 2019, atau sudah 39 hari, meteran listrik pelanggan yang rusak tak kunjung diperbaiki PLN Rayon Panam Kota Pekanbaru. Padahal, meteran yang rusak telah langsung ditindaklanjuti petugas PLN, pada saat kejadian, dengan cara penyambungan langsung melalui MCB untuk sementara, agar listrik pelanggan tetap menyala.

"Sudah 4 kali kita lapor, mengapa tak kunjung diganti meterannya, PLN mengatakan akan segera menindaklanjuti, namun sampai hari ini tak kunjung ada tindak lanjut," ujar Sari, pelanggan PLN.

Kerusakan meteran listrik ini terjadi pada Senin, 17 Juni 2019 sekitar pukul 21.30 wib, usai membeli token 100 ribu di konter terdekat, pelanggan kemudian menginput ke meteran yang sudah berbunyi-bunyi karena daya yang tersisa hanya 300 kWh, saat dilakukan input token, tombol 2 dan 5 tiba-tiba tidak berfungsi, sehingga token listrik 100 ribu yang dia beli tidak bisa diinput.

Atas kejadian ini, malam itu juga pelanggan dengan meteran atas nama Farid, melaporkan ke PLN melalui Virtual Assistant PLN 123 di website www.pln.co.id. Laporan ini mendapat respon cepat, malam itu juga pukul 23.59 Wib pelanggan langsung ditelepon petugas PLN Rayon Panam, kemudian pukul 00.33 dua petugas sampai di lokasi dan melakukan tindakan.

Dua petugas atas nama Wawan dan Nasrun kemudian melakukan penyambungan daya secara langsung melalui MCB daya agar listrik pelanggan tetap hidup, kemudian memberikan surat bukti pembukaan segel agar diberikan kepada petugas yang nantinya mengganti kwh alias meteran baru. Ternyata sebulan lebih meteran itu tak kunjung diganti, membuat pelanggan khawatir karena setiap hari menggunakan listrik tanpa meteran dan khawatir terjadi pembengkakan pembayaran.

Biasanya, dengan token 100 ribu, pelanggan ini bisa menikmati listrik selama 2 pekan alias 14 hari. Dengan tidak adanya alat ukur kilometer, pelanggan khawatir akan terjadi pembengkakan tagihan, ditambah lagi meteran di rumahnya setiap hari berbunyi, membuat suasana terganggu, karena biasanya jika meteran sudah berbunyi sekali langsung diisi oleh pelanggan, karena kurang nyaman mendengar bunyi meteran yang akan habis pulsa.

"Baik mohon maaf atas laporan yang belum ditindaklanjuti, untuk laporan permasalahan Bapak Riki kami tindaklanjuti kembali ke unit pelayanan setempat dengan bukti lapor K1A4PR0 dan kami upayakan secepatnya," demikian balasan Virtual Assistant PLN 123 di website www.pln.co.id dalam laporan keempatkalinya, pada 20 Juli 2019 kemarin pukul 18.20 Wib.

Sebelumnya, Humas PT PLN (Persero) UP3 Pekanbaru, Komang, saat dikonfiramasi mengenai hal ini meminta agar pelanggan melaporkan lagi ke PLN soal keluhan tersebut. "Lapor saja lagi, berkali-kali tidak mengapa," pintanya, sembari menjelaskan bahwa penggantian meteran seharusnya tidak sampai selama itu. (rik)
Penulis
: Riki
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query