KAMPAR, datariau.com - Mengakui sektor perikanan Kampar maju pesat, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak drh Susilawati takjub dengan potensi keramba ikan di perairan PLTA Koto Panjang, XIII Koto Kampar.
Sebelum dia dan rombongan mengunjungi Budidaya Ikan Patin di Koto Mesjid, XIII Koto Kampar pada Kamis (5/4/2018), rombongan Pemkab Siak terlebih dahulu rapat sharing informasi bersama Wabup dan beberapa Kepala OPD Pemkab Kampar.
Setelah itu, rombongan mengunjungi Komoditi Pertanian Jeruk di Desa Lereng, Kecamatan Kuok.
Didampingi Kabid Budidaya Perikanan Kabupaten Kampar, Kadis PMD Kampar Febrinaldi SSTP MSi dan Kadis PMK Siak Yurnalis Basri SSos MSi yang juga anak jati Kampar yang sudah 15 tahun berkhidmat di Pemerintahan Kabupaten Siak, Susilawati terkesima melihat potensi ikan dengan metode menggunakan keramba.
Keramba tersebut berbentuk keranjang atau kotak dari bilah bambu yang terbentang di Danau PLTA. Keramba adalah wadah budi daya ikan berupa kandang yang terbuat dari jalinan tali nilon dan pelampung drump dari plastik yang ditempatkan di badan Sungai Kampar.
“Saya takjub sekali dengan potensi ikan keramba apung PLTA Koto Panjang yang produksi perikanannya mencapai 50 ton per hari,” ujar wanita cantik yang pernah bertugas di Kabupaten Kampar itu.
Dengan melihat potensi ini, Susilawati akan mencoba untuk mengembangkan pemeliharaan ikan keramba di sungai atau danau yang sesuai untuk pertumbuhan ikan keramba di Siak.
Dijelaskannya, jika dibandingkan dengan Kabupaten Kampar, Perikanan di Siak masih tertinggal jauh dari segi budidaya dikarenakan kemungkinan pada tekstur dan potensi-potensi yang ada.
Meskipun demikian, Dinas Perikanan Siak masih setakat bagaimana meningkatkan produksi pada nelayan budidaya dan nelayan tangkap untuk meningkatkan hasil produksi budidaya.
“Selain meningkatkan hasil produksi, kami juga akan membantu dalam pemasaran hasil produksi ikan yang ada,” sebut Susilawati.