KAMPAR, datariau.com - Aksi para perampok bersenjata terjadi di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Aksi para perampok bersenjata itu diperkirakan berjumlah 9 orang dan beraksi di Garuda Sakti kilometer 11 Jalan Riau Baru, Kecamatan Tapung, Selasa (3/12/2019) sekira pukul 23.10 WIB.
Menurut kabar dari saudara korban Endang Lestari bernama Bella malam tadi menyebutkan, sebelumnya telah mempertanyakan peristiwa itu. Dan kabarnya, para perampok itu berjumlah 9 orang dengan menggunakan senjata untuk mengancam.
Dari keterangan Bella kepada datariau.com, Rabu (4/12/2019) malam. Menceritakan, bahwa korban merupakan saudara kandungnya yang tinggal di Garuda Sakti kilomoter 11 Jalan Riau Baru Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.
"Perampok membawa satu unit mobil pick up Grand Max warna silver BM 9822 FB, 2 unit sepeda motor merk Honda Supra X 125 dan Kawasaki Tracker beserta sejumlah uang," kata Bella.

Kemudian Bella kembali menceritakan kronologis peristiwa tersebut saat kejadian saudaranya didalam kamar dan mengidupkan musik serta menidurkan anaknya bernama Gibran. Setelah Gibran tertidur, suami korban bernama Susana lagi bercerita dengan temannya.
"Saat itu terdengar suara orang lagi memukul (berkelahi). Jadi, saat itu istri korban kecilin volume musiknya, saat keluar dari kamar istri korban pun langsung di cekek sama perampok itu dan kemudian muka ditutupin. Sementara mulut, kaki dan tangan istri korban semua dalam keadaan terikat," sebut Bella menceritakan peristiwa tersebut.
Setelah di ikat, selanjutnya para perampok itupun bertanya perihal harta kepada istri korban Endang Lestari. Jika sang istri tidak memberitahu dan memberikan hartanya, maka sang suami akan disiksa oleh para pelaku tersebut.
"Kalau istrinya tidak memberikan harta kepada pelaku, maka suaminya disiksa dengan cara di pijak pelaku. Sementara teman suaminya dan perlakuan sama hingga mengeluarkan darah, dan sepeda motor merk Ninja turut dibawa kawanan perampokan tersebut," ungkap Bella kembali menjelaskan kronologi itu.

Saat itu, anak korban bernama Gibran tangannya pun mengalami bekas cakar dibagian tangan saat sedang tertidur. Untung ketika itu, anak korban bernama Gibran dalam keadaan tertidur lelap di ikat oleh para pelaku
"Masih untung Gibran tidak terbangun, kalau seandainya terbangun mungkin akan mengalami trauma. Sementara itu, para pelaku perampokan juga telah menyiramkan bensin dan dikira akan membakar rumah itu," sebut Bella.
Saat itu, memang istri korban merasa ketakutan dan seandainya tidak memberitahukan dimana harta atau uang milik korban kepada pelaku, takutnya nyawa sang suami bersama keluarga terancam. Kemudian istri korban saat itupun menggalah dan memberikan semua harta milik korban ketika itu.
"Cara mereka (perampok) yang saat berbicara atau mengeluarkan suara, kalau tidak salah dengar para pelaku saat itu masih berlogat Sumatera/Riau," terang Bella menceritakan kembali saat peristiwa itu terjadi, Selasa (3/12/2019) sekira pukul 23.15 WIB.
Perampok yang beraksi malam itu, berjumlah 9 orang dan berhasil membawa kabur kendaraan milik korban seperti Grand Max BM 9822 FB, satu unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja dan Supra X 125 bersama barang berharga lainnya.
Hingga berita ini terbit dilaman datariau.com, Rabu (4/12/2019) sekira pukul 19.00 WIB. Atas peristiwa perampokan yang menimpa keluarga Susana dan Endang Lestari tersebut, wartawan ini pun belum mendapat keterangan resmi dari aparat kepolisian setempat.