BAGANBATU, datariau.com - Suasana malam (Sabtu (14/7) di Kepenghuluan Gelora, Kecamatan Bagan Sinembah berubah menjadi ramai, menyusul terjadinya musibah kebakaran di kebun sawit warga tepatnya di Paket B, Kepenghuluan Gelora.
Amukan si jago merah menghanguskan setengah hektar kebun sawit warga.
Pantauan riaupotenza.com pada pukul 22.50 WIB, api masih terlihat menyala di beberapa batang pohon sawit yang sudah kering dan pohon yang sudah ditebang.
Kebakaran ini berlangsung cukup cepat, hal ini dipicu hembusan angin yang cukup kencang pada malam itu. Api begitu cepat merambat ke sejumlah pohon sawit.
Gito warta sekitar lokasi kejadian menceritakan, bahwah ia mengetahui kebakaran lahan tersebut dari para pengendara sepeda motor berhenti di depan rumahnya yang tak jauh dari titik awal api bersumber yaitu dari persimpangan Jalur 4 ujung.
Gito menjelaskan, selain warga setempat, banyak pengendara yang mengaku hendak balik ke Dusun Balai Selamat, Kepenghuluan Pasir Putih Barat, Kecamatan Balai Jaya itu karena tidak berani melintas takut sebab takut kena serpihan api yang sudah membesar.
Dijelaskannya lagi, angin yang semakin kencang berhembus pada malam itu, membuat api semakin merajalela melahap daun pelepah sawit yang sudah kering.
"Yang saya takutkan, api terbawa angin menuju arah ke rumah warga, termasuk rumah saya juga, untung saja angin tidak mengarah ke perumahan," katanya.
Akibat kebakaran tersebut, Gito mengaku menghidupkan air dari sumur yang di tampung di sebuah drum plastik persis di depan rumahnya untuk berjaga-jaga agar api tidak merembet ke rumahnya.
Beruntungnya, tak berapa lama, dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi dan berusaha memadamkan api. "Alhamdulillah, api mulai padam dengan datangnya mobil pemadam. Tapi ya karena angin masih kencang, bara api masih menyala," terangnya.
Selain itu, pada awal kebakaran tersebut bara api dari pelepah kelapa sawit itu bertaburan di udara layak hujan salju, sehingga merambat ke pelepah pohon sawit lainnya.
"Awalnya kita sempat khawatir juga, di setiap pohon apinya membara dan baranya itu berterbangan udah layak hujan salju," jelasnya.
Datuk Penghulu Gelora, Ngatijan yang dikonfirmasi, Ahad (15/7) pagi mengatakan, bahwa luas lahan yang terbakar tersebut sekitar setengah hektare lahan sawit, namun tidak menghanguskan keseluruhan pohon kelapa sawit milik warganya yang bernama Suleman. Yang mana, pohon kelapa sawit yang terbakar itu, tambah Ngatijan, merupakan pohon yang sudah disuntik racun sehingga memudahkan api menjalar, ditambah angin yang berhembus cukup kencang membuat api semakin merajalela.
"Kejadiannya sekitar ba'da Magrib," ungkap Ngatijan.
Dijelaskan Ngatijan lagi, meski sudah dikerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Bagan Batu, pemilik lahan kaplingan dan para warga tetap berjaga-jaga hingga pagi hari.
"Yang dikhawatirkan api merembet ke rumah warga. Karena lahan yang terbakar, bersebelahan dengan perumahan warga. Dan bara api masih terlihat membara lantaran angin cukup kencang, makanya warga berjaga-jaga hingga pagi hari," beber Penghulu.