Jangkrik Mulai Diolah Menjadi Sosis di Indonesia, Dijual Rp55 Ribu

datariau.com
1.846 view
Jangkrik Mulai Diolah Menjadi Sosis di Indonesia, Dijual Rp55 Ribu
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Sosis Jangkrik mulai dipasarkan di Cirebon. Sosis Jangkrik ini dibuat dari kandungan jangkrik, sapi, dan ayam yang dicampur menjadi satu.

Pembuat Sosis Jangkrik, Vidya Ikawati (31), menjelaskan, pembuatan Sosis Jangkrik diambil dari saripati jangkrik yang diambil oleh suatu alat kemudian dicampur cengan daging sapi dan ayam.

"Proses pembuatannya di Bandung. Tentu sangat steril sekali karena menjaga kebersihan sosis itu sendiri," katanya saat ditemui di Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Ahad (13/1/2019).

Ia menambahkan, pembuatan sosis jangkrik dimulai setelah suaminya, Bambang Setiawan (31), membuat budidaya jangkrik yang dinamakan Kampung Jangkrik Cirebon yang berdiri sejak tahun 2010.

Pada tahun 2016, keduanya memutuskan membuat olahan makanan dari jangkrik. Namun, sebelumnya, tahun 2014, mereka sempat membuat olahan makanan dari jangkrik yag dibuat kerupuk dan berbagai kue kering.

"Kami bahkan sempat mengikuti pameran di Jakarta. Saat itu banyak yang beli karena bertepatan dengan lebaran. Namun tidak ada pembelian lagi, jadi kami memutuskan berganti makanan," kata Vidya.

Padahal, menurutnya, misinya saat itu adalah membuat kue kering kaya akan protein. Dari situ, tahun 2016, dibuatlah Sosis Jangkrik. Pembuatannya, setelah diambil sarinya, sosis akan dipanaskan sehingga keluar aromanya. "Jadi saya menghilangkan dulu bau apeknya baru dikombinasikan," tambahnya.

Setahun setelah dibuat, Sosis Jangkrik langsung mendapatkan sertifikat dari BPOM, karena memiliki kandungan protein dua kali lebih tinggi dari sapi.

"Alhamdulillah responnya bagus. Ditambahkan sedikit jangkrik saja sudah tinggi proteinnya. Apalagi ini ada 20 persen kandungan jangkriknya," kata dia.

Selain mengandung protein dua kali lebih tinggi dari sapi, Sosis Jangkrik memiliki kandungan Omega 3, Omega 9, dan sembilan asam amino esensial. Kulit sosis tersebut terbuat dari agar-agar bukan plastik. Sehingga sangat sehat untuk dikonsumsi. Ketika memakannya, Anda tidak perlu melepaskan kulit tersebut.

Saat dibakar, sosis ini tidak mengembang seperti sosis pada umumnya. Ukurannya tetap sama seperti semula. Yang membuat sosis ini tidak mengembang, karena pembuatnya hanya menambahkan satu sendok terigu per 1 kilo gram daging. Sehingga, sosis ini tidak mengembang.

Sosis Jangkrik bisa disajikan dengan saus tiram, saus tomat, maupun saus sambal atau sesuai selera. Kandungan 20 persen jangkrik pada sosis ini sangat terasa di lidah. Bukan rasa sapi maupun rasa ayamnya. Teksturnya lembut dan mengenyangkan.

"Makan satu sosis ini seperti makan satu piring. Makannya bagus untuk orang yang ingin diet," kata Vidya.

Ke depan, Vidya dan Bambang berencana membuat sosis yang kandungannya lebih banyak lagi ketika masyarakat sudah banyak yang mengetahui kandungannya.

Jika tertarik mencicipinya, kamu dapat memesannya melalui Bukalapak dan Tokopedia. Sosis ini dijual Rp 55 ribu per pak. Dari budidaya Jangkrik dan menjual sosis, keduanya bisa memperoleh keuntungan Rp 100 juta hingga Rp 500 juta. Selain jangkrik, masih ada sejumlah kuliner ekstrem yang ada di Indonesia.

Ini dia deretan makanan ekstrem khas Nusantara:

1. Ulat sagu

Editor
: Redaksi
Sumber
: http://pekanbaru.tribunnews.com/2019/01/13/mengenal-sosis-jangkrik-kuliner-ekstrem-indonesia-yang-proteinnya-2-kali-lebih-tinggi-dari-sapi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query