BATAM, datariau.com - Insiden terbakarnya 300 rumah liar (ruli) di Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), sudah lima hari berlalu. Para korban masih berada di pengungsian. Bantuan pun terus mengalir.
Bahkan, bantuan makanan dan pakaian tampak menumpuk di lokasi pengungsian, Gedung Bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Batam Centre. Begitu pula dengan bantuan uang yang sudah diterima warga melalui petugas pos di lokasi pengungsian.
Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam Nur Arifin mengatakan, mekanisme pembagian bantuan berupa uang akan dilakukan dengan musyawarah bersama petugas posko dan korban. "Untuk pembagiannya nanti kami musyawarahkan terlebih dahulu. Yang jelas akan kami bagikan sesuai dengan kebutuhan para korban. Kami cari kesepakatan bersama," kata Arifin ketika ditemui di lokasi pengungsian, Kamis (19/7).
Berlebihnya bantuan kepada para korban cukup membuat petugas sedikit lega. Apalagi belum ada kejelasan di mana nantinya 592 korban kebakaran direlokasi. Denga tetap tersedianya bantuan, tentu memberikan kenyamanan bagi para korban yang sudah cukup lama bertahan di pengungsian ini.
Arifin melanjutkan, pihaknya akan menyelesaikan terlebih dahulu masa tujuh hari pelayanan terhadap korban kebakaran. Setelah itu baru akan melakukan tindakan sesuai instruksi dari pemangku kepentingan yang lebih tinggi.
Sementara itu, bantuan lain berupa bimbingan kepada anak-anak selama di pengungsian juga telah berdatangan dari berbagai lembaga. "Setiap sore biasanya ada yang datang memberikan hiburan untuk anak-anak. Ini juga penting karena sudah cukup lama juga mereka di sini," lanjutnya.
Pantauan di lokasi pengungsian, petugas kesehatan, kepolisian, TNI dan Tagana masih terus bersiaga. Timbunan baju bekas, makanan, dan peralatan lainnya tampak berada di sekitar posko yang didirikan. Bantuan tersebut sampai saat ini terus berdatangan.