Agar Bisnis Bertahan di Tengah Badai Corona, Lakukan Langkah ini..

522 view
Agar Bisnis Bertahan di Tengah Badai Corona, Lakukan Langkah ini..
Ilustrasi (Foto: Int)

DATARIAU.COM - Para CEO di seluruh dunia menerima kenyataan bisnis untuk kembali normal imbas virus corona masih membutuhkan beberapa bulan ke depan. Kendati begitu, mayoritas CEO tetap yakin bahwa perusahaan akan kembali kuat tahun ini.

Dilansir dari laman CNBC, Sabtu (21/3/2020), hasil Survei Organisasi Presiden Muda (YPO), yang dirilis Selasa (17/3) menemukan bahwa 82 persen CEO bisnis telah memperkirakan penurunan pendapatan selama enam bulan ke depan. Lebih dari setengah atau 54 persen memperkirakan pendapatan mereka akan kembali normal dalam waktu satu tahun.

Menurut anggota YPO Nelson Loh, 95 persen para CEO bisnis di seluruh dunia mengatakan mereka mengambil langkah-langkah baru untuk mengantisipasi dampak corona dalam dunia bisnis. Mulai berkomunikasi lebih teratur dengan karyawan, mengadopsi prosedur kesehatan dan keselamatan baru, membatalkan acara besar, dan menghentikan perjalanan bisnis.

Loh mengatakan hal itu dapat memberikan kesempatan bagi para pemimpin untuk berinovasi dan menemukan cara baru dalam berbisnis. "Virus telah benar-benar mengganggu cara bisnis. Maka wajib dilakukan adopsi teknologi dan komunikasi jarak jauh," kata Loh.

Selain itu, anggota YPO dan CEO Synergia One Group of Companies, Fred Mouawad, juga mengatakan bahwa dia mencoba menerapkan sistem kerja jarak jauh agar operasi berjalan semulus mungkin.

Sedangkan, responden lain, merekomendasikan saran agar dengan segera mengubah rencana bisnis jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, dengan menyadari fakta virus corona, segeralah berkomunikasi secara teratur dengan karyawan dan pemangku kepentingan. Mencari alternatif rantai pasokan.

"Kami akan segera menyadari bahwa kami dapat mencapai lebih banyak dari yang kami pikir mungkin dengan bekerja di kejauhan," pungkas Mouawad.


Jokowi, Saatnya Kita Bekerja, Belajar dan Ibadah di Rumah

Presiden Joko Widodo meminta agar masyarakat Indonesia bekerja, belajar dan beribadah di rumah karena masifnya penyebaran penyakit saluran pernapasan yang disebabkan virus corona jenis baru (COVID-19).

"Dengan kondisi ini saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah, inilah saatnya bekerja bersama-sama saling tolong menolong dan bersatu padu, gotong royong. Kita ingin ini menjadi gerakan masyarakat agar masalah COVID-19 ini tertangani dengan maksimal," kata Presiden Joko Widodo di Istana kepresidenan Bogor, Minggu (15/3).

Hingga saat ini sudah ada ratusan orang dinyatakan positif COVID-19 di Indonesia. Mereka tersebar di beberapa daerah. "Kepada seluruh rakyat Indonesia saya harap tenang, tidak panik, tetap produktif agar penyebaran COVID-19 ini bisa kita hambat dan kita setop," ungkap Presiden.

Menurut Presiden, pemerintah sudah berkomunikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menggunakan protokol WHO serta berkonsultasi ahli kesehatan untuk menangani COVID-19.

WHO telah mengumumkan pandemi virus corona. Italia menjadi negara di luar China dengan jumlah korban terbanyak, yakni 21.157 kasus. Sementara korban meninggal di Italia pun tercatat 1.441 kematian.

Setelah Italia, negara dengan jumlah kasus corona terbanyak berikutnya adalah Iran. Hingga hari ini, tercatat ada 12.729 pasien dengan total korban meninggal 611.

Korea Selatan menjadi negara ketiga untuk kasus infeksi corona terbanyak. Total ada 8.162 kasus dengan 75 orang meninggal dunia.(*)

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: liputan6.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query