6 Pelaku Penyiraman Air Keras Diringkus Polresta Pekanbaru, Motifnya Terungkap

Datariau.com
589 view
6 Pelaku Penyiraman Air Keras Diringkus Polresta Pekanbaru, Motifnya Terungkap
Foto: Denni France
Ekspose pengungkapan kasus oleh Polresta Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Diduga jadi orang suruhan otak pelaku penganiyaan, enam tersangka tindak pidana penganiayaan berat aksi penyiraman air keras terhadap sepasang kekasih, berhasil ditangkap Tim Satreskrim Polresta Pekanbaru, Senin (18/1/2021).

Keenam tersangka tindak pidana penganiayaan sepasang kekasih tersebut, diketahui berinisial JS (28) warga Jalan Riau Baru Kelurahan Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru selaku eksekutor penyiram air keras kepada korban.

Kemudian tersangka ED (26) warga Jalan Karya Indah Kelurahan Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru, yang berperan sebagai joki pengendara sepeda motor dengan membonceng tersangka JS.

Tersangka ketiga TSC (19) warga Perum Pandau Permai Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar yang berperan sebagai joki pengendara sepeda motor yang membonceng tersangka FRGS untuk membuntuti perjalanan korban.

Tersangka keempat FRGS (51) Warga Jalan Riau Baru Kelurahan Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru yang berperan sebagai membuntuti perjalanan korban dengan dibonceng oleh tersangka TSC.

Selain itu, dua tersangka lainnya turut diamankan inisial APS (21) warga Jalan Tampan Jaya II Kelurahan Air dan EM (31) warga Jalan Riau Ujung Gg Karya Makmur Kelurahan Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya SIK MH didampingi Kasat Reskrim Kompol Juper Lumban Toruan SIK SH dalam Konferensi Pers di Mapolresta Pekanbaru, Rabu (20/1/2021) menyebutkan, keenam tersangka tindak pidana penganiayaan berat ini nekat melakukan penyiraman air keras terhadap korban HP alias Egi (26) warga Jalan Garuda Sakti Kelurahan Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar bersama IS alias Indah (26), warga Jalan Durian Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru pada Rabu (13/1/2021) malam saat melintas di Jalan Tamtama Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru.

"Kedua korban dipepet tersangka JS bersama tersangka ED dengan mengendarai sepeda motor saat korban melintas di Jalan Tamtama Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru pada Rabu (13/1/2021) sekira pukul 20.30 wib malam dan menyiramkan air keras kepada korban dan langsung pergi meninggalkan korban di TKP," papar Kapolresta.

Korban berupaya meminta tolong kepada warga setempat dan pengendara yang melintas di TKP dan segera menghubungi keluarga korban, agar korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Selanjutnya, abang korban bernama Yunaldi (38), warga jalan Putaran Perum Griya Sakti Kabupaten Kampar melaporkan peristiwa tersebut kepada Polresta Pekanbaru, Rabu (13/1/2021).

Mendapat laporan tersebut, Tim Satreskrim Polresta Pekanbaru melakukan proses penyelidikan dengan melakukan olah TKP dan meminta kesaksian dari saksi-saksi serta mendatangi korban saat berada di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

"Dari hasil penyelidikan, diketahui para tersangka penyiraman air keras sedang berada di Hotel Emerald Pekanbaru dan tim melakukan penggerebekan di kamar 220, dan ditemukan empat tersangka, yakni tersangka JS, TSC, FRGS, dan APS," papar Kapolresta.

Disebutkan Kapolresta, dari empat tersangka tersebut, hanya tersangka APS yang tidak terlibat terhadap penyiraman air keras. Selanjutnya dilakukan pengembangan, guna mendapatkan tersangka maupun barang bukti lainnya.

Tidak lama kemudian tersangka EP berhasil diamankan di rumahnya bersama dengan sepeda motor jenis Honda Beat warna hitam merah yang digunakan untuk melaksanakan aksinya.

Kemudian tim langsung menuju ke rumah salah satu tersangka JS guna mengamankan barang bukti jaket maupun helm yang digunakan oleh tersangka JS dan EP disaat melaksanakan aksinya.

Namun pada saat tersangka JS hendak menunjukkan sarana sepeda motor yang digunakan saat melaksanakan aksinya, tersangka JS mencoba melarikan diri dan terpaksa diberikan tindakan tegas terukur oleh petugas, guna melumpuhkan JS dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara, guna diberikan tindakan medis yang kemudian terhadap para tersangka langsung dibawa ke Polresta Pekanbaru guna diproses lebih lanjut.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan atas perbuatan tidak pidana penganiayaan berat yang dilakukan para tersangka tim berhasil mengamankan satu unit sepeda motor jenis Honda Beat warna Hitam Merah yang digunakan tersangka TSC dan FRGS di dalam melaksanakan aksinya.

Kemudian uang tunai Rp 300.000 yang diamankan dari dompet tersangka FRGS yang diduga merupakan bayaran dari tindak pidana yang dilakukannya.



Selanjutnnya, sehelai jaket berwarna coklat yang digunakan pelaku JS ketika melaksanakan aksinya, sehelai jaket berwarna hijau serta sebuah helm berwarna hitam yang digunakan pelaku TSC ketika melancarkan aksinya.

"Terkait kasus ini tim sedang melakukan pengembangan terhadap tersangka lainnya, yang diduga otak pelaku penganiyaan berat yang diketahui berinisial RU. Dimana RU menyuruh para tersangka untuk melakukan penganiyaan karena sakit hati terhadap korban yang memviralkan aksi demo yang dilakukan RU-DPO," ungkap Kapolresta.

"Terhadap para tersangka akan diterapkan pasal 355 KUHP atau 351 ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara," papar Kapolresta, karena perbuatan para tersangka merupakan tindakan penganiayaan berat dan sadis, sehingga mengakibatkan korban luka berat. (den)

Penulis
: Denni France
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com