Sejarah Nakuih yang Terdapat di Masjid dan Rumah Suluk di Rokan Hulu

Samsul
227 view
Sejarah Nakuih yang Terdapat di Masjid dan Rumah Suluk di Rokan Hulu

DATARIAU.COM - Diantara salah-satu kabupaten yang ada di provinsi Riau, ada sebuah kabupaten yang bernama "Rokan Hulu". Rokan Hulu dikenal dengan "Negeri Seribu Suluk", disamping itu dikabupaten Rokan Hulu juga banyak sejumlah sejarah yang lahir dikalangan masyarakat Rokan Hulu, kemudian dilaksanakan secara turun temurun.

Salah-satunya pemukulan nakuih saat masuknya waktu sholat atau sembahyang. Nakuih ini terbuat dari sebuah batang pohon kayu yang berukuran besar. Pembuatan nakuih ini butuh seni sehingga menghasilkan suara yg nyaring.

Kayu yang digunakan untuk membuat nakuih ini tidak sembarang kayu. Para pembuat nakuih ini biasanya membuat nya menggunakan kayu leban agar suara yg dihasilkan nyaring.

Nakuih ini mempunyai bentuk yg sangat unik, yaitu memiliki bentuk berlobang ditengah batang kayu.

Nakuih diletakkan di setiap masjid dan rumah suluk yang ada di kabupaten Rokan Hulu.

Pada zaman dahulu nakuih ini mempunyai fungsi dan kegunaan yang sangat penting. Sebelum ada nya listrik di kabupaten Rokan Hulu masyarakat setempat mengetahui bahwa waktu sholat sudah masuk dengan mendengarkan suara nakuih yang dipukul dimasjid-masjid.

Selain menandakan waktu sholat sudah masuk juga digunakan sebagai pertanda bahwa ada nya pemberitahuan kamatian. Cara mengetahui nya yaitu berdasar kan berapa kali kayu tersebut dipukul.

Misalnya pemberitahuan bahwa waktu sholat sudah masuk dengan mendengarkan akhir berapa kali nauih tersebut dipukul. Misalkan sholat Dzuhur dengan 4 kali pukulan sesuai jumlah rakaat dalam sholat. Sedangkan berita tentang kamatian nakuih dipukul berkali sesuai dengan berapa umur orang yang meninggal tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu setelah listrik sudah ada maka keberadaan nakuih sudah semakin jarang ditemui dimasjid. Namun disebagian masjid dan rumah suluk dikabupaten Rokan hulu masih ditemukan nakuih ini tetapi sangat jarang ditemukan karena kemajuan zaman sudah menggunakan pengeras suara yaitu microfon dan toa.

Banyak dari anak-anak generasi sekarang yang tidak lagi menjumpai nakuik ini bahkan tidak mengetahui nakuih ini.

Maka dari itu melalui tulisan ini diharapkan kita sama-sama melestarikan warisan nenek moyang kita agar diketahui oleh anak cucu kita akan pentingnya nakuih pada zaman dahulu.

Penulis : Andrizal Saputra ( Mahasiswa pendidikan sejarah angkatan 2018 fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas Riau)

Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com