Kabut Asap Semakin Tebal, Listrik Padam Semakin Sering

1.728 view
Kabut Asap Semakin Tebal, Listrik Padam Semakin Sering
Listrik padam, rumah warga gelap. (foto: riki)
PEKANBARU, datariau.com - Penderitaan masyarakat Kota Pekanbaru dan sekitarnya lengkap sudah. Kabut asap yang tiada henti dan semakin tebal, diperparah oleh pemadaman listrik yang kini semakin sering.

"Sangat parah sekarang ini, listrik sudah pakai dua kali mati sehari, pagi dan malam. Semakin menderita kita," ungkap Azhar, seorang tukang pangkas rambut di Jalan Suka Karya Pekanbaru, Rabu (30/9/2015).

Dikatakannya, beberapa hari belakangan ia memang harus menerima kenyataan buruk, usaha pangkas rambut miliknya harus merugi karena seringnya mati lampu.

"Kalau matinya pagi mungkin kita masih bisa pakai genset, tapi kalau malam habislah kita, berapa biaya untuk beli bensin. Sekarang tak ada lagi, kalau malam mati lampu langsung tutup saja," ujarnya.

Kepada PLN, ia berharap agar segera membenahi pelayanan. "Kalau padam tiap hari begini, banyak ruginya, kulkas rusak, tv rusak, lampu rusak, sampai ke awak-awak nih rusak, kabut asap kipas tak bisa hidup, lama-lama mati juga kita rakyat biasa ini," ujarnya.

Warga lainnya Dian juga mengaku sudah merasakan dampak dari pemadaman listrik di saat yang tidak tepat ini yakni di musim asap. Ia sudah jatuh sakit, demikian juga anak-anaknya yang beberapa hari belakangan dipingit di dalam rumah, kini terpaksa merasakan sesak nafas karena alat elektronik pengusir asap tidak bisa hidup.

"Sudah lengkap penderitaan kita, saya sudah berusaha menjaga anak-anak biar tidak berkeliaran di luar rumah dan belajar saja di dalam rumah ternyata listrik berulah pula. Karena kipas mati, anak saya dikejar asap ke dalam rumah," ungkapnya.

Anak-anak yang ingin belajar di malam hari atau siang hari pun kini tidak nyaman, karena adanya pemadaman listrik saat ini. "Bagaimanalah kita mau pintar, orang-orang besar di daerah kita ini berusaha membuat kita bodoh, kita dipaksa libur karena kabut asap, belajar di rumah pun susah karena listrik dimatikan," sebut seorang pelajar Aliya.

Erna, seorang ibu rumah tangga mengaku kecewa dengan PLN dan pemerintahan saat ini. Semua kebijakan hanya untuk menginjak rakyat kecil. Bagaimana tidak, menurutnya kabut asap dihasilkan dari pembakaran hutan oleh perusahaan besar, rakyat yang menderita, ditambah pemadaman listrik yang berkepanjangan dan tambah sering, rakyat kecil juga menderita, dan elpiji subsidi kini semakin mahal, masih sasarannya untuk menindas rakyat kecil.

"Asap-asap begini listrik dimatikan pula sama PLN, lama-lama kantor PLN itu nanti berasap kita bikin," pungkasnya. (rik)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query