Resmikan K-TKBM Tanjung Buton, Bupati Siak: Bakal Ada Kemudahan Perizinan Bagi Investor di KITB S

@ruslandatariau
157 view
Foto: Hermansyah
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi resmikan K-TKBM Tanjung Buton di KITB.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi resmikan kantor Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan (K-TKBM) Koperasi Sejahtera Mandiri yang berlangsung di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau pada Senin (22/9/2020).

Acara itu turut dihadiri oleh Kapolres Siak, Kejari Siak, Pengadilan Siak, Kepala KSOP Wagyo, Direktur PT Samudra Siak, Anggota Dewan Siak, Ketua K-TKBM Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (K-TKBM) Ramli Y, Kadsihub Siak, pimpinan perbankan cabang Siak, Direktur BSP Zapin, Camat Sungai Apit beserta Upika kecamatan.

Meski acara itu berlangsung dibawah guyuran hujan lebat, namun tetap berjalan tertib. Karena panitia memindahkan acara kelokasi workshop milik sebuah perusahaan yang berinvestasi di KITB saat ini.

Para undangan pun disuguhkan dengan pemandangan dengan menghadap ke pelabuhan, dan terlihat kapal tangker yang sedang bersadar memuat cangkang.

"Kehadiran koperasi ini sebuah momentum memberikan daya ungkit dan dorongan, agar pelabuhan ini dapat di kelola lebih baik lagi. Kita optimis KITB akan maju, dan berkembang," kata Alfedri.

"Untuk itu, saya atasnama Pemerintah Daerah mengucapkan taniah atas di resmikannya koperasi (K-TKBM) ini," ujar Bupati Siak itu pada Senin (22/09/2020) petang.

Dijelaskan Alfedri, kinerja dan performa pelabuhan sangat di pengaruhi kinerja koperasi pelabuhan, sehingga aktifitas jasa di pelabuhan dapat berjalan dengan lancar.

"Saya berharap dengan wadah yang sudah terbentuk, para anggota koperasi dapat meningkatkan kinerja, sumber daya manusia, dan yang terpenting meningkatnya kesejahteraan anggota," harapnya.

Pada kesempatan itu pula Alfedri menyampaikan, bahwa pelabuhan Tanjung Buton saat ini di kelola oleh Badan Usah Milik Daerah (BUMD) PT Samudera Siak Badan Usaha Pelabuhan (BUP) terus melakukan kerjasama serta mengundang para investor untuk berivestasi baik di KITB dan investasi fasiltas pelabuhan.

"Kita tawarkan ke investor, jadi siapa yang cepat investasi disini dan serius kita beri kemudahan perizinannya. Berusaha disini serta bermitra dengan pengelola kawasan industri," imbuhnya.

Berkaitan dengan fasiltas inprastruktur penunjang kawasan industri dan sarana vital untuk masalah air bersih pihaknya telah mendapat dukungan dari Kepala Balai Pemukiman dan Inprastruktur, dan Kepala Balai Sungai wilayah Riau beberapa hari lalu sudah dilakukan MoU.

"Hapan kita, tahun depan sudah mulai di kerjakan, sementara untuk akses jalan kita telah mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp147 milyar untuk pembanggunan jalan," sebut Alfedri.

"Harapan kita tahun depan dapat di anggarakan kembali oleh kementrian PUPR, terutama untuk pembanggunan jembatan mulai dari Dayun hingga kesini (KITB), dan ada beberapa jembatan yang harus dibenahi," tandasnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pakning Wigyo menyampaikan, pelabuhan Tanjung Buton usianya terbilang baru, tetapi telah di kunjungi oleh kapal kapal berbendera asing.

"Didepan kita saat ini sedang bersandar kapal, berbendera Bangladesh akan mengangkut cangkang sebanyak 32.000 ton, dan akan dibawa ke Bangladesh. Pelabuhan Buton ini termasuk baru, namun sudah di singgahi kapal kapal besar berbendera luar negeri, ini prestasi yang patut kita pertahankan," ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk mengelola pelabuhan tidak semudah yang dibayangkan, banyak sekali yang mesti dilengkapi di antaranya ketersediaan lahan yang cukup, memiliki SDM yang kuat, serta Tekonlogi Informasi (IT) yang baik.

"Kita harus memiliki manajemen kepelabuhanan yang baik, sehingga kita dengan mudah memperluas usaha seperti jasa tambat dan jasa labuh," sebut dia.

Kepada Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, Wigyo menyampaikan, saat ini pihaknya sedang mengarah kerjasama pemanfaatan, dimana yang sedang berjalan berbentuk kerjasama koperasi pada 1 Oktober ini akan berakhir.

Sementara KSP masih dalam proses, mau tidak mau pihaknya akan memperpanjang kerjasama pemanfaatan pelabuhan Tanjung Buton sampai KSP di terbit oleh Menteri Perhubungan.

"Proses Kerjasama Pemanfaatan (KSP) saat ini dengan Dirjen Perhubungan Laut, beliau telah mengeluarkan diaposisi untuk di evaluasi oleh Direktur kepelabuhanan, selanjutnya dari Dirjen ke Menteri Perhubungan baru ke Menteri Keuangan,"jelasnya.

Dikabarkannya, dengan KSP ini nantinya akan jelas sekali pemanfaatan struktur yang telah ada kemudian keuntungan yang didapat nanti akan semakin jelas termasuk konsesinya.(Adv)

Penulis
: Hermansyah
Sumber
: datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com

loading...