Advertorial DPRD Kampar

DPRD Kampar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda RAPBD Sekaligus Propemperda 2022

Admin
1.240 view
DPRD Kampar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda RAPBD Sekaligus Propemperda 2022
Foto: Ist.
DPRD Kampar melaksanakan rapat paripurna Penyampaian RAPBD sekaligus Program Pembentukan Rancangan Peraturan Daerah tahun 2022, yang dilaksanakan di ruang rapat DPRD Kabupaten Kampar, Sabtu (27/11/2021).

BANGKINANG KOTA, datariau.com - DPRD Kampar melaksanakan rapat paripurna Penyampaian Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) sekaligus Program Pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2022, yang dilaksanakan di ruang rapat DPRD Kabupaten Kampar Bangkinang Kota, Sabtu (27/11/2021).

Rapat Paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Kampar Toni Hidayat dihadiri langsung oleh Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH dan diikuti oleh para OPD serta para Anggota DPRD Kampar lainnya.



Berdasarkan asumsi makro pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) pada awalnya Pendapatan Daerah diproyeksikan sebesar Rp 1,630 triliun lebih. Adapun proyeksi pendapatan ini belum mencantumkan pendapatan berupa Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Desa (DD), dan Dana Insentif Daerah (DID).

Kemudian dalam pembahasan KUA-PPAS berdasarkan rincian alokasi transfer ke daerah dan dana desa yang telah diterima Daerah terdapat peningkatan pendapatan menjadi sebesar Rp 2,412 triliun, artinya pendapatan daerah bertambah sebesar Rp 782 miliar lebih.



Bupati Catur Sugeng menjelaskan bahwa komposisi pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 270 miliar dan Pendapatan Transfer sebesar Rp 2,141 triliun lebih.

Untuk diketahui, kebijakan belanja darah dilakukan dengan memperhatikan alokasi anggaran untuk penanggulangan bencana nasional pandemi Covid-19, alokasi anggaran untuk pemulihan ekonomi nasional daerah, alokasi anggaran untuk pendukung program prioritas nasional tahun 2002 serta alokasi anggaran untuk pendukung prioritas provinsi Riau tahun 2022.



Sementara pembiayaan daerah terdiri atas penerimaan dan pengeluaran estimasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp 56,264 miliar lebih yang berasal dari sisa lebih perhitungan tahun sebelumnya atau silpa pengeluaran pembiayaan sebesar 0, sehingga pembiayaan itu adalah sebesar 56,26 miliar lebih.

Dimana secara keseluruhan jumlah pendapatan dikurangi belanja dan pembiayaan itu mengakibatkan sisa lebih perhitungan anggaran tahun Silva menjadi nol. (das/kmf/adv)

Penulis
: Mirdas Aditya
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com