Selama 2020, Kasus Kejahatan Menurun di Langsa

Admin
112 view
Selama 2020, Kasus Kejahatan Menurun di Langsa

LANGSA, datariau.com - Polres Langsa gelar pemusnahan barang bukti narkotika sebanyak 1.027 gram jenis sabu dan 104 Kg ganja, di halaman Mapolres Langsa. Pemusnahan sabu dilakukan dengan cara dibelander campur cairan kemudian diaduk dengan oli, sedang untuk daun ganja dibakar, Rabu (30/12/2020).

Sebelum pemusnahan Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro juga gelar Prees Release akhir tahun di Aula Mapolres seraya menyampaikan adanya penurunan jumlah kasus di wilayah hukum Polres Langsa.

Dikatakan Kapolres, penurunan kasus tersebut mencapai 25 persen dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2019 Polres Langsa menangani 407 kasus, sementara di tahun 2020 menangani 376 kasus dan terjadi penurunan 31 kasus.

Kemudian di tahun 2020 ada lima kasus yang sangat menonjol, antara lain peredaran uang palsu pecahan 50 ribu dan seratusan ribu, selanjutnya modus operandi laporan palsu tentang kasus curanmor kredit dengan maksud agar terhapus dari pembayaran kredit sepeda motor.

Lalu modus pembobolan toko mengambil barang tanpa izin dengan merusak pintu, serta mengambil 57 unit HP berbagai merek dengan merusak atap toko ponsel dan terakhir kasus pemerkosaan berakhir dengan pembunuhan.

Sedang pada kegiatan pemusnahan 1.027 gram sabu dengan cara membelender sabu dicampur cairan lalu diaduk dengan oli, serta pemusnahan 104 Kg ganja dengan cara dibakar.



Acara pemusnahan dihadiri Walikota Langsa Usman Abdullah, Kajari, Dandim 0104/Atim, Ketua BNNK Langsa, Kadis Kesehatan serta pejabat lainya.

Kapolres Langsa AKBP Agung Kanogoro Nusantoro mengatakan dalam memerangi bahaya narkoba jajarannya terus melakukan razia yang dianggap berpotensi terjadinya transaksi dan peredaran narkoba.

Tidak terkecuali bagi orang berkendara, baik bagi orang keluar dan masuk ke Kota Langsa, termasuk pelabuhan. Kedalam, pihaknya juga ketat di intenal, jika terbukti didapati dijajarannya terlibat narkoba akan dilakukan tindakan tegas hingga ke pemecatan sesuai instruksi Kapolda Aceh.

Menanggapi antisipasi bahayanya Narkoba, Walikota Langsa Usman Abdulah menghimbau warganya seraya meminta instansi terkait agar mensosialisasi tentang bahaya narkoba dalam rangka memutus mata rantai penyebaran narkoba di wilayahnya.

"Karena narkoba sangat merusak, terutama bagi diri kita sendiri yang akhirnya bagi pengguna narkoba kalau tidak gila akan mati," pungkas Walikota saat diwawancarai. (esyar)

Penulis
: Edi Syarifuddin
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com