BC Langsa Gagalkan Penyeludupan 103 Karung Bawang Merah Ilegal di Aceh Tamiang

Samsul
282 view
BC Langsa Gagalkan Penyeludupan 103 Karung  Bawang Merah Ilegal di Aceh Tamiang
Teks foto : Barang bukti 103 karung bawang mereh ilegal dan mobil L-300

LANGSA, datariau.com - Bea Cukai (BC) Langsa berhasil gagalkan penyeludupan 103 karung bawang merah illegal diduga asal Thailand yang masuk melalui alur perairan Sungai Kuruk, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Sabtu (20/2/2021).

Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Langsa, Tri Hartana melalui siaran persnya, Senin (22/2/1021) bahwa pihaknya telah melaksanakan penindakan terhadap sebuah mobil Mitsubishi L-300 yang mengangkut 103 karung bawang merah ilegal diduga berasal dari luar kawasan pabean dan tidak dilengkapi dokumen yang sah di Kecamatan Seruwai, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.


Adapun penangkapan itu berawal pada, Sabtu (20/1/2021) Sekira pukul 07.00 WIB, tim mendapat informasi adanya kapal yang melakukan kegiatan bongkar-muat barang impor bawang merah berasal dari luar kawasan pabean di wilayah Sungai Keruk, Tamiang.

Menyahuti informasi tersebut, selanjutnya tim melakukan pendalaman, akhirnya didapat adanya satu mobil jenis pick up merk Mitsubishi L-300 yang terparkir di salah satu rumah yang dicurigai sebagai tempat penimbunan bawang merah tersebut.

Setelah tim berhasil memastikan bawang impor tersebut berada dalam mobil L-300 dan mengetahui bawang tersebut akan dibawah ke sekitar kota Langsa, kemudian tim melakukan pengejaran dan memberhentikan mobil tersebut di sekitar daerah Tanah Merah, Desa Pantai Balai, Kecamatan Seruwai.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui mobil kedapatan mengangkut bawang merah ilegal import tanpa dilengkapi dengan dokumen kepabenan.

"Selanjutnya terduga bersama mobil L-300 dan barang bukti bawang merah ilegal hasil penindakan dibawa ke kantor Bea Cukai Langsa untuk penanganan lebih lanjut, jelas Kepala BC.

Dalam siaran Pers itu juga dijelaskan, sanksi hukum terhadap tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

"Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana Penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar. (esyar).

Penulis
: Edi Syaripuddin
Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com