Rumah Makan Gratis Uwais, Tempat Makan Mewah ala Restoran, 100 Persen Makan Gratis Sepanjang Hari Tanpa Syarat

Riki
482 view
Foto: Istimewa

Pengunjung saat menikmati makanan di Rumah Makan Gratis Uwais.

JAKARTA, datariau.com - Seorang muhsinin membuka Rumah Makan Gratis Uwais yang menyediakan makanan gratis setiap hari untuk siapa saja tanpa terkecuali, murni tidak bayar alias 100 persen gratis. Meskipun makanan gratis, owner menyediakan tempat makan mewah yang nyaman dilengkapi pendingin ruangan AC ala restoran.



"Ini untuk akhirat, kita harus serius, untuk dunia saja kita serius padahal hanya sementara, untuk akhirat tentu kita gak mau asal-asalan, kita menyediakan makan gratis dan tempat makan yang nyaman untuk tamu kita, insya Allah senyaman mungkin," kata owner yang tidak ingin namanya dipublis, saat dihubungi datariau.com dari Kota Pekanbaru, Rabu (16/9/2020).

Rumah Makan Gratis Uwais ini terletak di Jalan Raya Kresek Balaraja RT 02 RW 03 Kecamatan Sukamulya Tanggerang Balaraja, setiap hari buka dan menyediakan 400 porsi nasi serta lauk pauk lengkap dengan tempat makan yang nyaman, siapaun bisa makan di tempat itu. Pagi buka mulai pukul 10.30 Wib hingga habis, dan sore harinya pukul 16.00 Wib sampai habis.



"Alhamdulillah respon bagus sekali, awal-awalnya sih memang ada yang nanya, ini calon bupati, atau nanya dari partai mana, kita jelaskan bahwa ini murni pribadi tidak ada embel-embel lain, murni untuk tabungan akhirat," sebut owner yang kesehariannya bekerja sebagai penjual alat-alat fitnes.

Ditanya tentang asal mula ide membuka rumah makan gratis lengkap dengan tempat yang nyaman layaknya restoran, owner menjelaskan bahwa awalnya saat dia umroh bersama Ustadz Khalid Basalamah, salah seorang jamaah bersamanya telah memiliki rumah makan yang gratis. Dari situ dia berkeinginan agar juga melakukan hal yang sama, namun dengan konsep yang lebih mewah.

"Ana buat konsep seperti restoran yang enak nyaman tapi gratis. Awalnya kita ingin adakan di Jakarta Selatan namun sewa ruko di sana mahal-mahal, akhirnya kita pilih di Tanggerang yang tidak ada rumah makan kiri dan kanan, kita kan gak mau juga berdampak buruk untuk usaha orang lain, Alhamdulillah sudah berjalan hampir satu bulan," terangnya.



Owner juga sering konsultasi dengan para ustadz menanyakan konsep yang bagus dilakukan untuk kegiatannya ini. "Pernah juga Ustadz Maududi Abdullah dari Kota Pekanbaru menyarankan nanti para pengunjung dicoba tes hafalan Al Qur'an, kan lumayan dapat dua kebaikan kita, pahala memberi makan dan mengajak baca Al Qur'an, ide yang bagus, namun untuk kedepan kita coba konsep," terangnya.

Saat ini tidak ada syarat apa-apa bagi yang ingin makan di tempatnya, selagi ketersediaan porsi makanan masih ada maka siapa saja boleh makan di tempat tersebut, tidak memandang kaya maupun miskin. "Syaratnya cuma harus patuhi protokol kesehatan covid-19, itu saja gak ada yang lain, yang penting lapar dan butuh makan, boleh datang dan makan di sini," pungkasnya. (rik)


Penulis: Riki

Editor: Riki

Sumber: Datariau.com

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com